Dinkes Papua Barat Apresiasi Deklarasi Pegaf sebagai Daerah Bebas Malaria

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Barat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pegunungan Arfak (Pegaf) atas deklarasi resmi mereka sebagai daerah bebas malaria.

“Berdasarkan hasil kajian epidemiologi dan tim ahli baik dari provinsi maupun tim ahli dari Kementerian Kesehatan, Pegunungan Arfak dikatakan layak untuk dilakukan penilaian daerah bebas malaria,” ujar Kepala Seksi P2M Dinkes Papua Barat, Edi Sunandar, membacakan sambutan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Feny Mayana Paisey, pada peringatan Hari Malaria Sedunia di Swiss Belhotel Manokwari, Selasa (7/11/2023).

Baca juga:  Louis Nelson Rumakewi Resmi PAW DPR Papua Barat, Dominggus Beri Pesan

Edy menyatakan bahwa peringatan Hari Malaria Sedunia menjadi momentum penting dalam mendukung dan mendorong eliminasi malaria. Eliminasi malaria, kata dia, adalah upaya memutus rantai penularan penyakit malaria di suatu wilayah secara berkesinambungan sehingga angka penyakit ini dapat ditekan seminim mungkin dan tidak menjadi masalah kesehatan.

“Kriteria eliminasi malaria atau daerah yang dikatakan bebas malaria tidak berarti tidak ada kasus malaria sama sekali. Namun, tidak boleh ada penularan penyakit malaria selama tiga tahun berturut-turut di wilayah tersebut,” jelasnya.

Baca juga:  Demo Tuntut jadi ASN, Puluhan Honorer Pemprov Papua Barat Blokir Jalan Menuju Kantor Gubernur

Upaya mencapai eliminasi malaria, Dinkes Papua Barat bekerja sama Dinkes Pegaf telah melakukan berbagai langkah, seperti mendorong kelengkapan dan ketepatan laporan kasus.

“Kami ingin melaporkan bahwa pada pertemuan monitoring evaluasi tingkat provinsi kemarin, Dinas Kesehatan Pegunungan Arfak mendapatkan penghargaan atas pelaporan yang 100 persen tepat waktu dan lengkap serta penelitian epidemiologi 100 persen,” beber Edi.

Upaya selanjutnya adalah pelatihan tenaga analis malaria. Edi juga mengungkapkan UNICEF melalui Himpunan Ahli Keselamatan Lingkungan memberikan dukungan dengan menempatkan tenaga teknis asisten malaria yang mendampingi proses persiapan eliminasi di Pegaf selama dua bulan.

Baca juga:  Bawaslu Bintuni Tegaskan tak Ada Pemasangan Baliho Yo Join Secara Paksa di Rumah Warga

Selain itu, telah dilakukan survei di empat puskesmas yang memiliki kasus tinggi selama tiga tahun terakhir, dengan total 12 kampung sebagai lokasi survei. Hasil survei tersebut tidak menemukan jentik-jentik nyamuk yang menunjukkan langkah-langkah pencegahan telah berhasil.

Beberapa rekomendasi yang telah diimplementasikan bersama adalah peningkatan kegiatan penemuan kasus secara aktif dan memastikan semua kasus tercatat dalam pelaporan SISMAL. Selain itu, serta melatih tenaga entomologi tingkat kabupaten untuk melaksanakan tugas-tugas entomologi. (LP12/Red)

Latest articles

Festival PAUD Kreatif Manokwari Tanamkan Semangat Kemerdekaan dan Karakter Anak Sejak...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id – Bunda PAUD Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, pada Festival PAUD Kreatif yang dirangkaikan dengan Gebyar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia...

More like this

Festival PAUD Kreatif Manokwari Tanamkan Semangat Kemerdekaan dan Karakter Anak Sejak Dini

MANOKWARI, Linkpapua.id – Bunda PAUD Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, pada Festival PAUD Kreatif yang...

Gubernur Dominggus Tinjau RSUP Papua Barat, Pastikan Perbaikan Layanan-Fasilitas Kesehatan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meninjau Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP)...

Legislator Papua Barat Sarlota Matani Dorong Perempuan Berwirausaha, Serahkan Bantuan Rp10 Juta

MANOKWARI, LinkPapua.id – Anggota DPRP Papua Barat Fraksi Otsus Dapil Teluk Wondama, Sarlota Salomina...