DLH Jayapura-WWF Papua Ajak Komunitas Kampanyekan Isu Sampah Makanan

Published on

JAYAPURA, LinkPapua.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura, Papua, bersama WWF Indonesia Program Papua mengajak berbagai komunitas untuk menyuarakan persoalan sampah makanan melalui media sosial. Kerja sama tersebut menyasar penanganan kontribusi limbah organik terhadap krisis lingkungan global.

“Agama mengajarkan kita untuk hidup harmonis dengan alam. Oleh karena itu, edukasi mengenai kebiasaan sederhana seperti mengolah sampah makanan sangatlah penting untuk dipahami dan disebarluaskan,” ujar perwakilan PAM GKI Onomi Felavauw, Yulius Hindom, saat workshop di Holey Narey Learning Centre WWF Indonesia Program Papua, Rabu (17/6/2026).

Baca juga:  Tim Kolaborasi Film 'Pesta Babi' Minta Publik Tak Hakimi Mama Yasinta Moiwend

Ajang peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 ini diisi dengan pelatihan pengolahan sampah menjadi kompos serta teknik penyusunan konten kampanye lingkungan. Kegiatan bertema Ko Bijak Pangan, Ko Selamatkan Bumi tersebut melibatkan komunitas lintas agama, masyarakat adat, mahasiswa, hingga sekolah Adiwiyata.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan sebelumnya yang telah dilaksanakan bertepatan dengan Hari Bumi pada 24 April 2026. Para peserta dibekali materi pengelolaan sampah dan limbah agar mampu menyusun konten edukatif di media sosial demi memperluas kesadaran masyarakat.

WWF Indonesia Program Papua menjabarkan dunia saat ini tengah menghadapi ancaman Triple Planetary Crisis yang mencakup perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta polusi. Persoalan sampah makanan yang membusuk menghasilkan gas metana dengan dampak pemanasan global lebih besar dibanding karbon dioksida.

Baca juga:  Komisi VII DPR Dorong BSPJI Ambon Bantu IKM Papua Naik Kelas

“Sebenarnya gereja kami sudah punya fasilitas komposter, tetapi lama tidak aktif. Saya rasa pelatihan ini sangat membantu untuk menghidupkan kembali semangat kolaborasi mengolah sampah di lingkungan gereja,” kata Yulius.

Pihak penyelenggara menekankan pentingnya amplifikasi pesan positif dari aksi lokal ke ranah digital. Penyebaran kisah sukses dinilai menjadi instrumen efektif untuk menggerakkan kepedulian publik secara masif.

Baca juga:  Lukas Enembe Disebut "Pintu Masuk" Pemberantasan Korupsi di Papua

“Bila sebuah komunitas membagikan kisah sukses dan praktik baik dari pengalaman lokal mereka, pesannya pasti lebih mudah diterima masyarakat. Menggemakan pesan-pesan positif melalui media sosial adalah salah satu wujud nyata kepedulian kita pada bumi,” ucap Staf Kampanye WWF Indonesia Program Papua, Adelia Tania.

Dia menambahkan, praktik pengomposan dapat menjadi solusi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk mengurangi timbunan sampah organik. Gerakan ini sekaligus diproyeksikan untuk mendukung penanganan perubahan iklim dari tingkat komunitas terkecil. (LP14/red)

Latest articles

LP3KD Papua Barat Minta Pemprov Alokasikan Anggaran Setara untuk Kegiatan Keagamaan

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Papua Barat meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mengalokasikan anggaran yang setara...

More like this

Kepala Suku Besar Moni Ajak Masyarakat Papua Jaga Persatuan demi Pembangunan

JAYAPURA, LinkPapua.id – Kepala Suku Besar Moni, Musa Kobogau, mengajak seluruh masyarakat Papua menjaga...

100 Satwa Dilindungi Asal Papua Diamankan di Tanjung Priok Jakarta, 2 Oknum Aparat Diperiksa

JAKARTA, LinkPapua.id – Tim gabungan menggagalkan peredaran ilegal 100 ekor satwa liar dilindungi asal...

Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor, 5 Orang Tewas-3 Hilang

BIAK NUMFOR, LinkPapua.id – Ledakan bom sisa Perang Dunia II terjadi di Kabupaten Biak...