Pemkab Yapen Gandeng WWF Lindungi Ekosistem Hutan dan Laut

Published on

YAPEN, LinkPapua.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Yapen, Papua, menjalin kerja sama dengan WWF Indonesia Program Papua untuk memperkuat perlindungan lingkungan. Kolaborasi ini menyasar upaya pembangunan berkelanjutan pada ekosistem darat dan laut.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tersebut berlangsung di Kantor Bupati Yapen, Kota Serui, Rabu (5/5/2026). Kerja sama ini muncul sebagai respons atas tekanan ekosistem akibat perubahan tata guna lahan dan eksploitasi sumber daya perikanan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga:  DPMK Mansel Fasilitasi Pembentukan Koperasi Merah Putih di 57 Kampung

“Kekayaan sumber daya alam merupakan anugerah Tuhan yang harus dijaga, bukan hanya untuk generasi saat ini, tetapi juga bagi generasi yang akan datang,” ujar Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga.

Ruang lingkup kolaborasi ini mencakup penguatan tata kelola lingkungan berbasis ekosistem serta perlindungan wilayah darat dan pesisir. Program ini juga mengintegrasikan isu perubahan iklim ke dalam kebijakan pembangunan daerah.

Baca juga:  September Ceria di Pegunungan Papua, Prajurit TNI Berbagi Santunan ke Yatim Piatu

Selain itu, kedua belah pihak menyepakati pemulihan ekosistem hutan, mangrove, dan terumbu karang. Kerja sama tersebut turut mencakup penguatan pengakuan wilayah adat di Kepulauan Yapen.

Pimpinan WWF Indonesia Program Papua, Wika A Rumbiak, menyebut pihaknya akan fokus pada pendampingan masyarakat. WWF juga mendorong kebijakan yang berbasis pada konservasi dan kearifan lokal.

“Kami mendorong ilmu pengetahuan berbasis konservasi, membangun kemitraan, meningkatkan kesadaran publik, hingga mengadvokasi kebijakan dan penegakan hukum yang bertanggung jawab,” jelas Wika.

Baca juga:  Tingkatkan Disiplin Berlalu Lintas, Polda Papua Barat Gelar Operasi Zebra Mansinam 2025

Sementara itu, sektor pendidikan juga menjadi sasaran melalui penguatan program Adiwiyata di sekolah-sekolah. Program ini mengadopsi praktik pengelolaan sampah makanan (food loss and waste) dari Kabupaten Jayapura.

Pengelolaan sampah makanan menjadi prioritas karena gas metana yang dihasilkan memiliki potensi pemanasan global 28 kali lebih kuat dibanding karbon dioksida. Edukasi ini diharapkan mampu menekan dampak kerusakan lingkungan sejak dini. (LP14/red)

Latest articles

Festival FBLB Jayawijaya Papua Pegunungan Diserang OTK, 2 Warga Terluka-Dievakuasi

0
JAYAWIJAYA, LinkPapua.id – Penembakan orang tak dikenal (OTK) terjadi saat rangkaian Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2026 di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Penembakan tersebut...

More like this

HUT ke-38 SMA 2 Manokwari, Hermus Dorong Alumni Perkuat Kontribusi untuk Daerah

MANOKWARI, Linkpapua.id- Bupati Manokwari Hermus Indou mendorong keluarga besar dan alumni SMA Negeri 2 Manokwari...

Peringati HUT ke-78 Polwan, Polda Papua Barat Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Aksi Sosial

MANOKWARI, Linkpapua.id-Dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia...

Lima Program CSR Pertamina Patra Niaga Papua Maluku Diakui di ISRA 2026

MANOKWARI, Linkpapua.id-Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku berhasil memborong 5 penghargaan dalam ajang Indonesia...