Pemkab Yapen Gandeng WWF Lindungi Ekosistem Hutan dan Laut

Published on

YAPEN, LinkPapua.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Yapen, Papua, menjalin kerja sama dengan WWF Indonesia Program Papua untuk memperkuat perlindungan lingkungan. Kolaborasi ini menyasar upaya pembangunan berkelanjutan pada ekosistem darat dan laut.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tersebut berlangsung di Kantor Bupati Yapen, Kota Serui, Rabu (5/5/2026). Kerja sama ini muncul sebagai respons atas tekanan ekosistem akibat perubahan tata guna lahan dan eksploitasi sumber daya perikanan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga:  Tasyakuran HUT Ke-59, Golkar Papua Barat Komitmen Solid Menangkan Pemilu 2024

“Kekayaan sumber daya alam merupakan anugerah Tuhan yang harus dijaga, bukan hanya untuk generasi saat ini, tetapi juga bagi generasi yang akan datang,” ujar Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga.

Ruang lingkup kolaborasi ini mencakup penguatan tata kelola lingkungan berbasis ekosistem serta perlindungan wilayah darat dan pesisir. Program ini juga mengintegrasikan isu perubahan iklim ke dalam kebijakan pembangunan daerah.

Baca juga:  Obaja Silas Imbiri Pimpin KAPP Teluk Bintuni, Sekretariat Baru Diresmikan

Selain itu, kedua belah pihak menyepakati pemulihan ekosistem hutan, mangrove, dan terumbu karang. Kerja sama tersebut turut mencakup penguatan pengakuan wilayah adat di Kepulauan Yapen.

Pimpinan WWF Indonesia Program Papua, Wika A Rumbiak, menyebut pihaknya akan fokus pada pendampingan masyarakat. WWF juga mendorong kebijakan yang berbasis pada konservasi dan kearifan lokal.

“Kami mendorong ilmu pengetahuan berbasis konservasi, membangun kemitraan, meningkatkan kesadaran publik, hingga mengadvokasi kebijakan dan penegakan hukum yang bertanggung jawab,” jelas Wika.

Baca juga:  Belasungkawa atas 4 Anggota TNI yang Gugur, Dominggus: Pengorbanan Mereka Luar Biasa

Sementara itu, sektor pendidikan juga menjadi sasaran melalui penguatan program Adiwiyata di sekolah-sekolah. Program ini mengadopsi praktik pengelolaan sampah makanan (food loss and waste) dari Kabupaten Jayapura.

Pengelolaan sampah makanan menjadi prioritas karena gas metana yang dihasilkan memiliki potensi pemanasan global 28 kali lebih kuat dibanding karbon dioksida. Edukasi ini diharapkan mampu menekan dampak kerusakan lingkungan sejak dini. (LP14/red)

Latest articles

BPK Temukan 24 Permasalahan di 24 OPD Papua Barat, Gubernur Minta...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan 24 permasalahan pada 24 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat. Gubernur...

More like this

BKPP Teluk Bintuni Serahkan 100 Peserta Latsar ke Brigif 26/Gurana Piarawaimo

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Teluk Bintuni,...

Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Kebakaran di Jayapura

JAYAPURA, Linkpapua.id- Pertamina Patra Niaga gerak cepat memberikan bantuan kepada masyarakat Dok 08 Jayapura...

Bupati Manibuy Apresiasi Penataan Futsal di Teluk Bintuni, Agustinus Pongtuluran Ditunjuk Pimpin AFK

MANOKWARI, Linkpapua.id — Federasi Futsal Indonesia (FFI), melalui Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Aloysius...