Dukung Penguatan Pemberdayaan Desa, DPMK Papua Barat Gelar Start Up Workshop

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Satuah Kerja (Satker) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Provinsi Papua Barat menggelar start up workshop yang diselenggarakan di Swiss Belhotel Manokwari, 14–15 September 2021.

Ketua panitia, Lince Idorway, dalam laporannya menyebut bahwa kegiatan ini diikuti 41 peserta. Terdiri atas peserta dari pusat, provinsi, dan kabupaten.

Melibatkan narasumber dari Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Keuangan, Bappenas, Inspektur Jenderal Kemendes, IFAD (Lembaga Donor), dan Universitas Papua (Unipa).

Idorway mengatakan, sasaran kegiatan ini yakni stakeholder program Transformasi Ekonomi Terpadu (TEKAD) di Papua barat maupun lembaga formal dan nonformal.

“Tujuan kegiatan ini, yakni tersusunnya nota kesepahaman Gubernur Papua Barat dalam pelaksanaan program TEKAD di Papua barat serta membangun komitmen dari masing-masing stakeholder untuk peningkatan kapasitas, monitoring, dan evaluasi, dukungan program terpadu dan pembentukan tim koordinasi provinsi (provincial cordination platform),” terang Idorway yang juga Kepala Dinas DPMK Papua Barat.

Pihaknya berharap, melalui kegiatan ini pemerintahan di Papua Barat mendukung dalam rangka penguatan pemerintahan kampung dalam pembangunan ekonomi kampung serta kegiatan TEKAD di kabupaten oleh DPIU (kabupaten) dan PPIU (provinsi) dapat terkoordinasi dan berjalan dengan baik.

Idorway menambahkan, program TEKAD yang dilaksanakan di Papua Barat ditujukan untuk mendukung penguatan pemberdayaan desa melalui pemanfaatan dana desa dan sumber daya desa lainnya untuk mendukung pembangunan ekonomi beradasarkan bukti nyata.

Selain itu, kata Idorway, program TEKAD akan menyasar tiga komponen, yaitu penguatan pemberdayaan ekonomi perdesaan, mendorong inovasi pembelajaran dan pengembangan kebijakan, serta penguatan implementasi strategi gender equality and social inclusion (GESI). Ini akan dilaksanakan di 7 kabupaten dan 52 distrik dan kurang lebih 276 kampung aktif.

“Tujuh kabupaten yang dimaksud, yakni Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Fakfak, Kaimana, Maybrat, dan Raja Ampat,” sebut Idorway. (*)

Latest articles

Realisasi TKD 72 Persen, Wabup Bintuni Minta OPD Tuntaskan Program

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta organisasi perangkat daerah (OPD) segera menuntaskan program yang anggarannya telah tersedia. Permintaan...

More like this

HUT Lalu Lintas ke-71, Kapolda Papare Tekankan Polisi Harus Jadi Teladan Tertib Berlalu Lintas

MANOKWARI, Linkpapua.id– Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas ke-71, jajaran Direktorat Lalu Lintas...

Pemprov Papua Barat Petakan Potensi Investasi, OAP Harus Jadi Pelaku Ekonomi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mematangkan peta potensi investasi daerah melalui...

Masyarakat Adat Sebyar Sentil 17 Tahun Aktivitas BP Tangguh: Pergi Saja Kalau Tak Ada Kontribusi!

MANOKWARI, LinkPapua.id – Masyarakat adat Sebyar menuntut kejelasan manfaat ekonomi dari aktivitas migas BP...