Ekspor Papua Barat Turun, Papua Barat Daya Justru Melonjak di Oktober 2025

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kinerja ekspor dua provinsi di tanah Papua menunjukkan tren berlawanan pada Oktober 2025. Papua Barat mengalami penurunan, sedangkan Papua Barat Daya justru mencatat pertumbuhan ekspor.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Papua Barat turun 16,22 persen dari US$245,24 juta pada September menjadi US$205,45 juta. Hampir seluruh nilai ekspor provinsi ini masih didominasi komoditas bahan bakar mineral.

“Bahan bakar mineral (HS27) merupakan golongan barang yang memiliki nilai ekspor terbesar di Papua Barat pada Oktober 2025, yaitu sebesar US$201,90 juta atau 98,27 persen dari total ekspor Papua Barat,” tulis BPS dalam laporan resminya dikutip LinkPapua.id, Selasa (2/12/2025).

Baca juga:  September 2022, Papua Barat Alami Inflasi 1,02 Persen

Tiongkok menjadi negara tujuan ekspor terbesar Papua Barat dengan nilai US$156,56 juta atau berkontribusi 76,20 persen. Barang ekspor dikirim melalui tiga pelabuhan laut dan satu pelabuhan udara.

Sepanjang Oktober, tidak ada dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang masuk ke Papua Barat. Neraca perdagangan provinsi ini tetap surplus sebesar US$205,45 juta atau 452,25 ribu ton secara volume.

Baca juga:  Hermus Indou-Mugiyono Resmi Pemenang Pilkada Manokwari

Sementara itu, ekspor Papua Barat Daya justru meningkat. BPS melaporkan ekspor provinsi tersebut naik 18,90 persen dari US$1,07 juta pada September menjadi US$1,27 juta pada Oktober 2025.

“Ikan dan udang (HS03) merupakan golongan barang yang memiliki nilai ekspor terbesar di Papua Barat Daya pada Oktober 2025, yaitu sebesar US$1,27 juta atau 99,99 persen dari total ekspor Papua Barat Daya,” tulis BPS.

Baca juga:  Perdasus No 3 Alot, Bintuni-Sorong Tuntut Jatah Besar Bagi Hasil Migas

Tiongkok juga menjadi negara tujuan ekspor terbesar Papua Barat Daya dengan nilai US$0,39 juta atau kontribusi 30,47 persen. Berbeda dengan Papua Barat, provinsi ini mencatat kenaikan impor.

Impor Papua Barat Daya naik 100 persen dari tidak ada nota pemberitahuan impor menjadi US$0,0019 juta. Meski demikian, neraca perdagangan Papua Barat Daya tetap surplus US$1,26 juta atau 0,11 ribu ton secara volume. (*/red)

Latest articles

Dihadiri Wabup Joko, Muslimat NU Bintuni Meriahkan Tahun Baru Islam dengan...

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Pengurus Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, memeriahkan tahun baru Islam 1448 Hijriah dengan menggelar jalan...

More like this

Kontingen Jambi Puas Tampil di Pesparawi Nasional, Yakin Raih Emas

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kontingen Provinsi Jambi mengaku puas dengan penampilan pada kategori musik gereja...

Polda Papua Barat Alami Penyegaran Organisasi, Sejumlah PJU dan Kapolres Dimutasi

‎MANOKWARI, Linkpapua.id-Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan terhadap sejumlah Perwira...

Dandim Teluk Bintuni: Negara Siap Dampingi Eks Simpatisan yang Kembali ke NKRI

MANOKWARI, Linkpapua.id-Suasana haru menyelimuti halaman Makodam XVIII/Kasuari, Manokwari, pada Kamis (25/6/2026). Sebanyak 10 eks...