Formatur tak Dilibatkan, Pembentukan Pengurus KONI Papua Barat Dinilai Cacat

Published on

MANOKWARI, linkpapua.com – Badan Formatur Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat menyoroti terbentuknya kepengurusan KONI yang terkesan mengabaikan mereka. Kepengurusan ini dinilai cacat prosedur dan harus segera ditangguhkan.

Sebelumnya pada Maret lalu telah terpilih ketua umum KONI Papua Barat yaitu Dominggus Mandacan. Dalam kesempatan tersebut juga sudah dibentuk badan formatur. Selain Dominggus Mandacan (Ketua Badan Formatur) beberapa nama lain juga ikut dalam badan formatur.

Mereka di antaranya, Sandra Mandosir dan Bambang Nugroho. Namun dalam kenyataannya, dalam pembentukan kepengurusan KONI Papua Barat periode 2022-2026, tidak melibatkan seluruh badan formatur.

Bambang Nugroho menjelaskan pihaknya mempertanyakan sudah adanya pengurus yang dibentuk tanpa sepengetahuannya. Kata dia, sejak pelaksanaan musprov, badan formatur memiliki waktu sebulan untuk menyusun kepengurusan KONI.

“Tetapi faktanya sudah ada kepengurusan yang terbentuk tanpa sepengetahuan anggota badan formatur,” ketus Bambang.

Apalagi kata dia, KONI pusat juga sudah menandatangani pengurus yang baru itu. Tentu patut dipertanyakan siapa yang menyusun pengurus itu.

Bambang mengatakan, dalam berorganisasi pembentukan pengurus harus berjalan sesuai aturan. Termasuk dalam menempatkan orang-orang yang berkompeten.

“Seharusnya pembentukan pengurus harus dilakukan Bersama-sama agar mendapat masukan maupun ide,” ucapnya.

Anggota Badan Formatur lainnya Sandra Mandosir di kesempatan yang sama menyampaikan, pihaknya meminta KONI Pusat untuk menangguhkan penerbitan SK pengurus KONI Papua Barat 2022-2026. Sebab kepengurusan ini cacat prosedur.

“Saya sebagai formatur merasa kecewa sudah ada pengurus yang dibentuk tanpa sepengetahuan anggota badan formatur. Padahal kita sempat bertemu dengan ketua terpilih tetapi kita tidak diberitahu kalau sudah ada pengurus yang terbentuk. Dari pengurus cabor juga meminta kami bersikap terhadap kondisi ini karena kami dipilih oleh pengurus cabor untuk masuk sebagai badan
formatur,” ungkap Mandosir.

Pihaknya menyayangkan sikap KONI pusat jika benar sudah menandatangani pengurus KONI Papua Barat. Padahal menurut Mondasir ada agenda besar di 2024 yakni pelaksanaan PON di Nangroo Aceh Darussalam (NAD)- Sumatera Utara.

“Persiapan sudah harus dilakukan karena berkaitan dengan waktu pelaksanaan seleksi untuk masuk di PON maupun kejuaraan-kejuaraan nasional,” imbuhnya. (LP3/Red)

Latest articles

SMA Katolik Villanova Gelar SMAKVILL Cup, Wadah Bakat dan Sportivitas Pelajar...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – SMA Katolik Villanova Manokwari menggelar SMAKVILL Cup Basket 2026 sebagai wadah kompetisi dan pengembangan bakat olahraga pelajar di Manokwari, Papua Barat....

More like this

Alumni SMA Negeri 1 Manokwari Gelar Event Futsal, Jadi Wadah Silaturahmi Antarangkatan

MANOKWARI, Linkpapua.id – Alumni SMA Negeri 1 Manokwari kembali menunjukkan kontribusinya bagi almamater dan...

Pemkab Manokwari Luncurkan Pendidikan Gratis, Siapkan Anggaran Rp46 Miliar

MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Manokwari meluncurkan program pendidikan gratis dengan total alokasi anggaran lebih dari...

Monev MUI Pusat, MUI Papua Barat Optimistis Tingkatkan Peringkat

MANOKWARI, Linkpapua.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat bersiap mengikuti monitoring dan evaluasi...