MANOKWARI, LinkPapua.id – Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Papua Barat menggelar Reuni Akbar dan Kongres II untuk memperkuat soliditas alumni serta memilih ketua definitif organisasi. Kegiatan ini mempertemukan alumni pendidikan kepamongprajaan dari berbagai daerah di tanah Papua.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan atas dukungan dan izin pelaksanaan kongres. Bapak Gubernur memiliki kedekatan khusus dengan keluarga besar IKAPTK karena merupakan satu-satunya gubernur di Papua Barat yang berlatar belakang pendidikan APDN dan IIP,” ujar Plt Ketua DPP IKAPTK Papua Barat Ali Baham Temongmere saat membuka kegiatan di Aston Niu Hotel, Manokwari, Rabu (4/11/2026).
Ali Baham menjelaskan kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Keputusan Dewan Pengurus Nasional (DPN) Nomor 037 tentang penunjukan pelaksana tugas kepengurusan IKAPTK Papua Barat. Reuni akbar itu mempertemukan alumni dari 4 lembaga pendidikan, yakni APDN, IPP, STPDN, dan IPDN.
Selain menjadi ajang silaturahmi, Kongres II menjadi forum untuk memilih ketua definitif IKAPTK Papua Barat. Para alumni juga kembali bertemu dengan rekan seperjuangan semasa menjalani pendidikan di asrama.
Ali Baham mengatakan pengalaman pendidikan dan pengabdian di berbagai daerah menjadi pengikat persaudaraan alumni. Menurutnya, kebersamaan itu mencakup alumni yang bertugas di kampung-kampung hingga mereka yang menduduki posisi di pemerintahan pusat.
Dia menegaskan persaudaraan alumni tidak boleh dibatasi perbedaan pangkat, jabatan, maupun jenjang pendidikan. Prinsip satu korps, satu jiwa, dan satu pengabdian harus menjadi landasan dalam menjaga kebersamaan.
IKAPTK juga menjadi wadah bagi alumni untuk saling mendukung dan berbagi pengalaman. Organisasi tersebut diharapkan memperkuat kontribusi anggotanya terhadap pembangunan daerah dan bangsa.
Di sisi lain, Ali Baham menyoroti belum adanya sistem pemantauan karier alumni kepamongprajaan secara berkala dan terstruktur. Kondisi itu dinilai perlu mendapat perhatian agar perkembangan karier dan keberlanjutan pengabdian alumni dapat terpantau.
Dia menyebut pola pengembangan karier aparatur sipil negara dari kalangan alumni kepamongprajaan memiliki perbedaan dengan sistem pembinaan karier di lingkungan TNI dan Polri. Dinamika politik setelah pemilihan kepala daerah juga menjadi tantangan bagi aparatur dalam menjaga kesinambungan jabatan dan pengembangan karier.
Karena itu, Ali Baham berharap pemerintah daerah memberi perhatian terhadap pembinaan alumni kepamongprajaan. Dia juga mendorong dukungan gubernur untuk pelaksanaan bimbingan teknis kepemimpinan dan penguatan kapasitas aparatur.
Kongres II IKAPTK Papua Barat mengedepankan musyawarah dan kebersamaan untuk menentukan kepemimpinan definitif organisasi. Kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat organisasi serta memperjuangkan kepentingan seluruh alumni.
Ali Baham menegaskan kekuatan IKAPTK tidak hanya terletak pada struktur kepengurusan. Soliditas dan komitmen seluruh alumni juga diperlukan untuk menjaga persaudaraan serta mengabdi bagi kemajuan daerah dan bangsa. (LP14/red)












