Inflasi Papua Barat September Tembus 5,20% Dipicu Tarif Transportasi Melonjak

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Papua Barat pada September 2026 mencapai 5,20 persen. Kenaikan tersebut terjadi seiring meningkatnya indeks sejumlah kelompok pengeluaran, dengan transportasi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 20,27 persen.

“Pada September 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Papua Barat sebesar 5,20 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 114,15,” tulis BPS Papua Barat dalam berita rilis resmi dikutip LinkPapua.id, Jumat (2/10/2026).

Inflasi tahunan tersebut tercatat di tengah kenaikan indeks pada 10 kelompok pengeluaran. Transportasi menjadi kelompok dengan kenaikan tertinggi sebesar 20,27 persen, disusul penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 8,16 persen serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,70 persen.

Baca juga:  BPS Papua Barat Akan Turunkan 8.000 Petugas Regsosek 2022

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok transportasi sebesar 20,27 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 8,16 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,70 persen,” papar BPS.

Kelompok pakaian dan alas kaki mengalami kenaikan indeks sebesar 4,04 persen. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya juga naik 3,87 persen, sedangkan makanan, minuman dan tembakau meningkat 3,42 persen.

Baca juga:  Pemisahan Data Statistik dengan PBD, Kepala BPS Papua Barat: Tak Semudah Dibayangkan

Selain itu, indeks kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 2,93 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga meningkat 2,12 persen.

Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami kenaikan indeks sebesar 1,89 persen. Sementara itu, kelompok kesehatan naik 0,67 persen.

BPS mencatat kelompok pendidikan menjadi satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks. Penurunan indeks kelompok tersebut mencapai 4,35 persen.

“Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok pendidikan sebesar 4,35 persen,” lanjut BPS.

Baca juga:  Update Covid Teluk Bintuni: Tambah 2 Kasus Positif Baru

Di sisi lain, pergerakan harga secara bulanan menunjukkan kondisi berbeda dengan inflasi tahunan. Papua Barat mengalami deflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,90 persen pada September 2026.

Secara kumulatif sejak awal tahun, Papua Barat masih mencatat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 3,08 persen. Angka tersebut tercatat bersamaan dengan inflasi tahunan sebesar 5,20 persen pada September 2026.

“Papua Barat pada bulan September 2026 mengalami deflasi month to month (m-to-m) dan inflasi year to date (y-to-d) masing-masing sebesar 0,90 persen dan 3,08 persen,” tutup BPS. (*/red)

Latest articles

Polisi MA Divonis Bersalah Kasus Kekerasan Seksual Ajukan Banding di PN...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Polisi berinisial MA mengajukan banding atas vonis 7 tahun penjara dalam perkara Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) di Pengadilan Negeri (PN)...

More like this

RTRW Laut Belum Tuntas, Perairan Papua Barat Dibayangi Kapal Pelanggar

MANOKWARI, LinkPapua.id – Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) laut Papua Barat belum tuntas sehingga...

‎Gerakan Tanam Padi Prafi Target 634 Hektare, Pemprov Papua Barat: Jangan Berhenti di Luas Tanam

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mendorong Gerakan Tanam Padi PM-AAS di...

‎RZWP-3-K Papua Barat Disusun Ulang, Gubernur Ingatkan Potensi Konflik Ruang Pesisir

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyusun ulang dokumen Rencana Zonasi Wilayah...