Jokowi Ingatkan Inflasi Sudah di Depan Mata: Kepala Daerah Tak Boleh Diam

Published on

BOGOR, LinkPapua.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kepala daerah harus bekerja keras untuk menekan laju inflasi dengan menjaga stabilisasi harga pangan. Dalam beberapa bulan ke depan, harga akan mencapai tren kenaikan tertinggi dan itu harus bisa ditekan.

“Kepala daerah harus turun ke lapangan dan memastikan kondisi pasar lebih terkendali. Kita semua harus kerja keras menekan laju inflasi. Tidak boleh lagi ada yang tinggal diam. Semua harus ke lapangan. Cek kondisi pasar setiap saat,” pinta Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Se-Indonesia di Sentul International Convention Centre (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/1/2023).

Baca juga:  BNPB: Pantauan Satelit Deteksi 36 Titik Panas Karhutla di Papua Barat

Saat ini inflasi nasional bisa ditekan di angka 5,5 persen. Meski demikian, semua kepala daerah diminta untuk memantau harga barang dan jasa di wilayahnya masing-masing, mengecek langsung ke lapangan, sehingga ketika ada geliat harga naik, bisa diantisipasi sedini mungkin.

Jokowi mengatakan bahwa harga beras mengalami kenaikan yang tidak sedikit di 79 daerah. Begitu juga harga telur naik di 89 daerah, tomat naik di 82 daerah, dan daging ayam ras naik di 75 daerah.

Harga ini mulai naik sejak Desember 2022 dan berkepanjangan hingga pertengahan Januari 2023. Kata Jokowi, jika tidak ada upaya strategis, kenaikan akan terus terjadi dan daya beli masyarakat akan menurun.

Baca juga:  Dampingi Mendagri, Pj Gubernur Papua Barat Ikut Sambut Kedatangan Presiden Jokowi di Jayapura

“Selain harga barang, faktor tarif juga menjadi perhatian kami. Di mana penyesuaian tarif mesti dihitung secara tepat karena berpotensi meningkatkan inflasi,” jelasnya.

Dia juga meminta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memberikan data apa adanya kepada para kepala daerah. Jokowi mengingatkan pemerintah daerah untuk berhati-hati dalam urusan tarif air hingga angkutan massal.

“Jadi, BPS di daerah informasikan angka-angka yang apa adanya kepada kepala daerah. Juga hati-hati mengenai tarif yang diatur oleh pemerintah maupun pemerintah daerah. Hati-hati. Saya berikan contoh saja urusan tarif PDAM, hati-hati. Kalau urusan listrik itu urusan kita, urusan BBM urusan kita, tapi yang daerah yang berkaitan dengan tarif angkutan misalnya, tarif PDAM hati-hati menentukan, itu bisa menjadikan inflasi naik,” ujarnya.

Baca juga:  Presiden Jokowi Luncurkan Logo Ibu Kota Nusantara Bertema Pohon Hayat

Karena itu kepala negara mengatakan, semua harus dikendalikan secara kolektif. Terutama yang berkaitan dengan tanggung jawab daerah.

“Daerah harus jaga jangan sampai ada kenaikan tarif yang bisa memicu inflasi. Hitung dengan baik. Perhatikan kepentingan masyarakat kecil. Daya beli mereka dan lakukan pendekatan yang lebih efisien,” jelas Jokowi. (*/Red)

Latest articles

DPRK Manokwari Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pelayanan Publik

0
MANOKWARI, Linkpapua.id- Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Manokwari bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari mulai membahas Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) serta Prioritas dan Plafon...

More like this

Sidang PHPU di MK, KPU Akui Tak Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran ke Disdik

JAKARTA, LinkPapua.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui tidak melakukan verifikasi langsung ke dinas...

Denny Indrayana cs Gugat Gibran di MK, Minta Presiden Ajukan 2 Wapres Baru

JAKARTA, LinkPapua.id – Denny Indrayana bersama sejumlah pihak mengajukan permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum...

Menkop Ferry Targetkan 25 September Manajer KDKMP Mulai Masuk Kantor

JAKARTA, LinkPapua.id – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menargetkan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih...