Kandidat Tunggal, Pemkab Pegaf upayakan partisipasi pemilih tinggi

Published on

Manokwari- Pilkada serentak di Kabupaten Pegunungan Arfak akan diikuti oleh kandidat tunggal, pemerintah daerah akan turut mendorong agar partisipasi pemilih di daerah itu tetap tinggi.

Peserta Pilkada di daerah ini telah diputuskan KPU dan hanya diikuti oleh pasangan Yosias Saroi-Marinus Mandacan. Pada 9 Desember nanti pasangan petahana itu akan menghadapi kotak kosong

Ditemui di Manokwari, Selasa, Penjabat bupati Pegunungan Arfak, Lasarus Indou menyebutkan bahwa pemerintah daerah akan turut mengupayakan partisipasi pemilih di daerah tersebut mencapai 80 hingga 90 persen dalam Pilkada tahun ini.

Baca juga:  Masyarakat Adat Sampaikan Aspirasi Hak Ulayat Bandara Anggi ke Gubernur Papua Barat

“Kita akan mengupayakan Pilkada serentak di Pegunungan Arfak terbaik di Papua Barat bahkan di Indonesia. Partisipasi masyarakat untuk memilih harus didorong. Pemerintah daerah akan bantu KPU dengan target 80 sampai 90 persen pemilih datang ke TPS,” ucap Lasarus Indou.

Dirinya menyebutkan bahwa sejauh ini situasi keamanan di Pegunungan Arfak cukup kondusif. Aksi demontrasi terkait pengumuman hasil seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) sempat terjadi namun saat ini sudah ditangani.

Ia optimistis, keamanan di daerah yang kaya akan potensi pariwisata dan pertanian itu aman hingga 9 Desember 2020. Koordinasi terus dilakukan dengan tokoh adat, kepolisian dan TNI.

Baca juga:  Bupati Saiba akan Temui Menteri ESDM Bahas Pertambangan Emas

“Kita harus yakin, penyelenggaraan pemilu di Pegunungan Arfak terbaik. Masyarakat dan seluruh elemen harus mendukung. Daerah aman pemerintah bisa membangun,” tandasnya.

Terkait upaya pemerintah daerah untuk membantu KPU mewujudkan Pilkada sehat, lanjut Lasarus, pihaknya akan mengoptimalkan kinerja satuan tugas COVID-19. Dia pun berharap kandidat berkomitmen untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Dari sembilan daerah di Papua Barat yang akan melaksanakan Pilkada, Pegunungan Arfak satu-satunya yang masih hijau. Kita harus pertahankan, kita jaga sama-sama agar Pilkada tidak jadi klaster COVID-19,” ucap Lasarus menambahkan.

Baca juga:  Sepanjang Februari, Polda Papua Barat Ungkap 2 PETI di Manokwari dan Pegaf

Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Barat ini pun akan mengawasan lebih ketat di setiap pintu masuk. Setiap warga yang melintas akan diwajibkan menjalani rapid test atau tes cepat COVID-19.

“Kita harus terapkan itu untuk mencegah agar tidak tertular daerah lain seperti Manokwari dan Manokwari Selatan,” pungkasnya.  (LPB1/red)

Latest articles

‎Panitia Pesparawi Nasional XIV Papua Barat Terima Penghargaan Kemenag

0
PALU, LinkPapua.id – Panitia Pelaksana Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV 2026 menerima penghargaan dari Kementerian Agama (Kemenag) RI atas penyelenggaraan Pesparawi Nasional...

More like this

Sepertiga Warga Pegaf Masuk Kategori Miskin, Tertinggi di Papua Barat

MANOKWARI, LinkPapua.id – Hampir sepertiga warga Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) masuk kategori miskin dengan...

Bupati Pegaf Minta Gubernur Papua Barat Bantu Kawal Pembentukan DOB Meiyakh

MANOKWARI, LinkPapua.id – Bupati Pegunungan Arfak (Pegaf) Dominggus Saiba meminta Gubernur Papua Barat Dominggus...

Ananias Indou Nahkodai Golkar Pegaf, Terpilih Aklamasi

MANOKWARI, Linkpapua.id-Hasil Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), menetapkan Ananias...