Ketum Shinta Tekankan Apindo Papua Barat Jangan Hanya Andalkan Sektor Tambang

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani, meminta agar Apindo Papua Barat tidak hanya mengandalkan sektor tambang dalam mendorong perekonomian daerah. Shinta meminta potensi kelautan, perikanan, dan pariwisata bahari digarap serius sebagai pilar ekonomi rakyat yang memiliki efek pengganda besar.

Penekanan itu disampaikan Shinta dalam sambutannya saat melantik Ketua dan Pengurus Apindo Papua Barat periode 2025–2030. Acara pelantikan tersebut digelar di Mansinam Beach, Manokwari, Jumat (12/12/2025).

“Papua Barat memiliki kekayaan laut yang luar biasa. Sektor-sektor ini punya efek pengganda ekonomi yang besar dan harus digarap serius,” ujarnya.

Shinta menyebut pelantikan bukan akhir proses, melainkan awal dari tanggung jawab besar dunia usaha di Papua Barat. Dia meminta semangat ini diwujudkan dalam program nyata, bukan hanya berhenti pada hari pelantikan.

“Pelantikan adalah amanah luar biasa, tetapi pekerjaan sesungguhnya baru dimulai. Semangat ini tidak boleh berhenti pada hari ini saja, tetapi harus diwujudkan dalam program nyata,” katanya.

Shinta mengungkapkan Papua Barat memiliki potensi ekonomi strategis yang harus terus dikembangkan. Dia menyebutkan pertumbuhan ekonomi Papua Barat tahun 2024 mencapai 20,80 persen, jauh di atas rata-rata nasional.

Pertumbuhan ekonomi tersebut, menurutnya, didorong oleh sektor industri pengolahan, pertambangan, perdagangan, serta dominasi pengolahan LNG. Kontribusi LNG ini besar terhadap ekspor daerah dan menunjukkan struktur ekonomi yang kuat.

“Papua Barat memiliki struktur ekonomi yang kuat, basis industri besar, dan ini tidak dimiliki banyak daerah lain,” ucapnya.

Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Papua Barat juga menunjukkan tren positif dengan peningkatan hingga 25,5 persen pada triwulan I. Namun, Shinta mengingatkan bahwa daerah tidak hanya boleh bertumpu pada tambang dan industri besar.

Potensi kelautan, perikanan, rumput laut, pengolahan hasil laut, pariwisata bahari, hingga pertanian tetap menjadi sektor yang harus dikembangkan. Sektor-sektor ini penting untuk dijadikan pilar ekonomi rakyat yang berkelanjutan.

Shinta menyampaikan lima agenda penting yang harus dilakukan seluruh jajaran Apindo di daerah, termasuk Papua Barat. Agenda ini mencakup advokasi lintas sektor, penguatan keterhubungan kebijakan nasional dan daerah, serta peran DPP-DPK sebagai ujung tombak organisasi.

Selanjutnya, agenda itu termasuk integrasi dan penguatan data usaha sebagai dasar advokasi yang akurat. Terakhir, inisiatif ekonomi lokal harus selaras dengan agenda investasi nasional yang dicanangkan pemerintah.

Shinta juga menekankan pentingnya pemberdayaan UMKM, mengingat Apindo memiliki 15.000 anggota dan 60.000 UMKM. Penguatan sektor ini menjadi fokus strategis DPN Apindo nasional.

Dia mengajak seluruh pengurus, termasuk ketua bidang UMKM Apindo, untuk memperluas program pengembangan usaha kecil dan menengah di Papua Barat. Tugas memimpin organisasi di Papua Barat tidak akan mudah, penuh dengan tantangan.

“Memimpin organisasi tidak pernah mudah. Ini seperti mengemudikan perahu di pesisir Papua Barat: ada saat tenang, ada saat gelombang tinggi. Namun nakhoda yang baik tidak berhenti membaca tanda alam dan menentukan arah,” pesannya.

Diberitakan sebelumnya, Ketum Apindo Shinta Widjaja Kamdani melantik Sroyer Elisa sebagai Ketua DPP Apindo Papua Barat periode 2025-2030. Usai dilantik, Sroyer menegaskan fokus utamanya adalah memperkuat pertumbuhan investasi dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Papua Barat.

“Apindo Papua Barat akan terus berdiri bersama pemerintah daerah untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” ujar Sroyer.

Sroyer juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi membangun daerah. Apindo disebut siap menjadi penghubung antara dunia usaha dan pemerintah daerah.

“Kami siap menjadi jembatan antara dunia usaha dan pemerintah. Melalui kerja sama yang profesional dan berorientasi pada solusi, mari kita bangun Papua Barat yang maju, bersaing, dan sejahtera,” katanya. (LP14/red)

Latest articles

‎BPJS Kesehatan: Rp5,1 Triliun Dana Bantuan JKN Terpakai Bayar Klaim

0
JAKARTA, LinkPapua.id - BPJS Kesehatan telah menggunakan Rp5,1 triliun dari dana bantuan pemerintah sebesar Rp10 triliun untuk membayar klaim fasilitas kesehatan dalam program Jaminan...

More like this

‎JMSI Papua Barat Beri Mandat Pembentukan Pengurus Cabang di Teluk Bintuni

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Papua Barat memberi mandat...

Kurang dari 24 Jam, Polresta Manokwari Amankan Terduga Pelaku Penikaman di Amban

MANOKWARI, Linkpapua.id- Polresta Manokwari melalui tim URC Satreskrim Polresta Manokwari berhasil mengungkap kasus tindak...

Polresta Manokwari Perkuat Keselamatan Berlalu Lintas Lewat Operasi Patuh Mansinam 2026

MANOKWARI, Linkpapua.id- Polresta Manokwari menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Mansinam 2026 di Mapolresta...