TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kornelius Mangalik kembali terpilih sebagai Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Papua Barat periode 2026-2031. Kornelius terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) IV IKT Papua Barat.
“Selain memperkuat konsolidasi organisasi dan kerukunan keluarga, persekutuan ini tentu diharapkan berkontribusi dalam menyokong upaya-upaya percepatan pembangunan di Papua Barat sehingga kehadirannya juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” kata Kornelius saat Muswil IV IKT Papua Barat di Teluk Bintuni, Sabtu (30/5/2026).


Dalam proses pencalonan, terdapat 3 bakal calon yang diusulkan peserta. Mereka yakni Kornelius Mangalik, Saul Rantelembang, dan Otto Parorongan.
Dua bakal calon lainnya kemudian menyatakan mundur saat ditanyai kesediaannya oleh pimpinan sidang untuk ditetapkan sebagai calon. Kornelius selanjutnya ditetapkan sebagai calon terpilih secara aklamasi setelah menyatakan kesiapannya.
Kornelius juga tercatat sebagai satu-satunya bakal calon yang memenuhi kriteria sekaligus bersedia ditetapkan sebagai calon Ketua IKT Papua Barat. Dia sebelumnya pernah menjabat Ketua IKT Manokwari.
Selain memilih ketua, Muswil IV IKT Papua Barat juga mengevaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus demisioner. Forum itu turut menetapkan AD/ART IKT, program kerja, serta desain tata kelola organisasi untuk 5 tahun ke depan.
Muswil tersebut juga dihadiri utusan Pemuda Toraja Indonesia (PTI) Papua Barat dan Ikatan Perempuan Toraja (IPT) Papua Barat. Kornelius mengatakan keputusan forum menjadi dasar penguatan organisasi pada periode berikutnya.
Ketua PTI Papua Barat Patrix Barumbun Tandirerung mengatakan elemen pemuda Toraja memberikan dukungan penuh kepada ketua dan pengurus terpilih. Dia mengapresiasi peserta Muswil yang menempatkan pemuda dan perempuan sebagai bagian penting dalam desain pengelolaan organisasi.
Patrix menilai seluruh bakal calon ketua yang muncul merupakan senior dan tokoh terbaik di kalangan warga Toraja. Dia menyebut para bakal calon memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni.
“Pada akhirnya ketika calon hanya mengerucut ke satu nama, tentu suatu keniscayaan dan baik adanya. Fakta itu menegaskan kepercayaan dan legitimasi dari warga yang diwakili oleh pengurus IKT kabupaten se-Papua Barat terhadap ketua terpilih. Mundurnya dua bakal calon juga menegaskan nuansa kekeluargaan dan keguyuban di antara para bakal calon sehingga satu sama lain saling memberi ruang dan kepercayaan. Hal semacam ini cermin dari nilai dan etika ketorajaan yang menjadi ruh dalam pengelolaan organisasi IKT,” jelasnya.
Warga dan perempuan Toraja di Manokwari, Nety Torano, berharap akomodasi terhadap elemen perempuan dalam lingkup IKT Papua Barat lebih substantif. Dia menilai ruang perempuan perlu diperkuat dalam program dan pengambilan keputusan organisasi.
“Terutama dari segi program dan pengambilan keputusan. IKT Papua Barat perlu memberi support yang cukup terhadap eksistensi Ikatan Perempuan Toraja dan advokasi masalah-masalah keperempuan,” ucapnya.
Selain menetapkan Kornelius sebagai ketua terpilih dan formatur, musyawarah juga menetapkan sejumlah nama sebagai tim formatur. Tim tersebut bertugas membantu ketua terpilih menyusun komposisi pengurus. (*/red)








