Legislator Papua Barat Sarlota Matani Dorong Perempuan Berwirausaha, Serahkan Bantuan Rp10 Juta

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Anggota DPRP Papua Barat Fraksi Otsus Dapil Teluk Wondama, Sarlota Salomina Matani, mendorong perempuan Papua mengembangkan usaha berbasis potensi lokal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga. Dia menyalurkan bantuan stimulan sebesar Rp10 juta kepada masing-masing kelompok usaha sebagai dukungan terhadap pengembangan usaha perempuan.

“Ke depan saya merencanakan membantu kelompok yang mengelola minyak fisio di Distrik Rumberpon, Kampung Siriway,” kata Sarlota saat ditemui di Aston Niu Hotel, Manokwari, beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Fraksi NasDem Bersatu Soroti APBD Papua Barat 2025: Raih WTP, tapi PAD Tak Capai Target

Dalam kegiatan reses di Kabupaten Teluk Wondama, Sarlota bertemu dengan sejumlah kelompok perempuan penerima bantuan. Bantuan stimulan Rp10 juta diberikan kepada kelompok pengolah ikan asin, kelompok usaha pala, serta kelompok anyaman.

Menurut Sarlota, Teluk Wondama memiliki potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Salah satunya komoditas pala di Kampung Wiringanggi, Distrik Nikiwar, yang telah dipromosikan hingga pameran di Jakarta dan telah melalui uji kelayakan di Makassar.

Baca juga:  DPRP Papua Barat Bedah Detail Raperda Haji-Ziarah Wisata Rohani Hindari Multitafsir

Selain mendukung kelompok pengolah ikan asin dan anyaman, Sarlota juga menyerahkan bantuan stimulan sebesar Rp10 juta kepada kelompok pengelola pala. Bantuan itu diberikan untuk mendukung pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Sarlota mengungkapkan rencana pembentukan Galeri Wawi Wondama sebagai wadah pemasaran produk unggulan kelompok usaha perempuan. Menurutnya, pembentukan galeri tersebut telah mendapat persetujuan dan kini memasuki tahap perencanaan.

Baca juga:  Menangi Pilkada Papua Barat, DOAMU Hargai Warga yang Memilih Kotak Kosong

“Dari galeri itu kelompok-kelompok usaha perempuan Wondama akan mengelola potensi mereka masing-masing, baik sagu, ikan asin, anyaman maupun pala,” ujarnya.

Sarlota menilai pengembangan usaha berbasis potensi lokal dapat meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan Papua. Dia berharap perempuan Papua mampu bersaing dengan perempuan dari daerah lain dengan terus mengembangkan kemampuan dan semangat berwirausaha.

“Perempuan Papua harus memiliki kemauan yang besar, karena kalau ada kemauan, di situ ada jalan,” ucapnya. (LP14/red)

Latest articles

Pemprov Papua Barat Petakan Potensi Investasi, OAP Harus Jadi Pelaku Ekonomi

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mematangkan peta potensi investasi daerah melalui pemutakhiran data investasi dan penyusunan Rencana Umum Penanaman Modal Daerah...

More like this

Pemprov Papua Barat Petakan Potensi Investasi, OAP Harus Jadi Pelaku Ekonomi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mematangkan peta potensi investasi daerah melalui...

Masyarakat Adat Sebyar Sentil 17 Tahun Aktivitas BP Tangguh: Pergi Saja Kalau Tak Ada Kontribusi!

MANOKWARI, LinkPapua.id – Masyarakat adat Sebyar menuntut kejelasan manfaat ekonomi dari aktivitas migas BP...

Waktu Efektif Tinggal 2 Bulan, DPRP Papua Barat Kejar Finalisasi Regulasi dan APBD 2027

MANOKWARI, LinkPapua.id – DPRP Papua Barat berpacu dengan waktu untuk menuntaskan sejumlah agenda legislasi...