Lelang Jabatan Eselon II Pemkab Manokwari, KASN: Jangan Ada Faktor Like and Dislike

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari, Papua Barat, berencana melakukan lelang jabatan untuk eselon II. Terkait hal ini, pemerintah daerah telah bersurat ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Kita sudah bersurat ke KASN dan menunggu petunjuk rekomendasi KASN untuk dilakukan lelang jabatan eselon II,” kata Hendri Sembiring, Sekretaris Daerah (Sekda) Manokwari, baru-baru ini.

Namun demikian, Hendri tidak menyebutkan jumlah kursi eselon II yang akan dilelang. Sebab, petunjuk teknisnya semua mengacu dari rekomendasi KASN nantinya.

Terpisah, Komisioner KASN, Rudiarto Sumarwono, yang dikonfirmasi menyampaikan segera mengecek data dan informasi terkait surat dari Pemkab Manokwari.

“Saya belum pastikan suratnya sudah masuk atau belum karena saya berada di luar kantor. Namun, jika KASN sudah menerima surat tersebut, pasti KASN akan segera menindaklanjuti sesuai dengan aturan yang ada untuk dikeluarkan rekomendasi dan selanjutnya dikirim kembali kepada Pemda Manokwari untuk ditindaklanjuti,” kata Rudiarto.

Baca juga:  PSP Berderma II NasDem Papua Barat Tepat di Hari Sumpah Pemuda 2021

Rudi, sapaan akrabnya, mengingatkan untuk seorang pejabat eselon II yang masih aktif karena alasan efisiensi dan efektivitas, kursi jabatan eselon II bisa dilelang ketika pejabatnya mau memasuki masa purna antara 2–3 bulan sebelum memasuki batas usia pensiun (BUP).

“Namun demikian, pejabat yang nantinya menggantikan pejabat definitif baru boleh dilantik saat pejabat definitf sudah memasuki masa pensiun,” jelas Rudi.

Rudi menegaskan KASN tidak akan memberikan izin adanya pergantian dan pencopotan seorang kepala dinas karena adanya faktor like atau dislike (suka atau tidak suka) dalam faktor politik. Pencopotan pejabat pimpinan tinggi pratama dengan faktor itu sangat menyalahi peraturan perundangan.

Rudi menjelaskan, seorang kepala dinas bisa diganti apabila melanggar salah satu dari lima peraturan perundangan.

Pertama, seorang kepala dinas bisa diganti karena melanggar PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin ASN. Apabila kepala dinas terbukti dan dijatuhi hukuman disiplin berat maka kepala dinas bisa diganti.

Baca juga:  Peduli Bencana NTT-NTB, KAHMI dan HMI Manokwari akan Gelar Konser Amal

Kedua, pejabat tersebut tersandung kasus tindak pidana dan tindak korupsi atau pejabat tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh penegak hukum (kepolisian, kejaksaan, atau KPK), maka kepala dinas bisa segera dibebaskan sementara dari jabatan kepala dinasnya.

Ketiga, pejabat tersebut melanggar PP 30 tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja PNS. Kepala dinas yang dalam waktu 1,5 tahun, tetapi kinerjanya di bawah 25 persen, maka sesuai PP Nomor 30 Tahun 2017 kepala dinas itu bisa diganti.

Keempat, pejabat yang dimaksud ikut terlibat dalam dalam organisasi-organisasi politik.

Kelima, dalam PP Nomor 11 Tahun 2017 pasal 132 dinyatakan pengisian jabatan pimpinan tinggi (JPT) melalui mutasi dari satu JPT ke JPT yang lain dalam satu instansi, maupun antar-instansi dapat dilakukan melalui uji kompetensi di antara pejabat pimpinan tinggi.

Baca juga:  Marinus Didakwa Melakukan Pemufakatan dengan Martha dan Leo Saragih

Mutasi sebagaimana dimaksud pada ayat 1 harus memenuhi syarat, sesuai standar kompetensi jabatan, dan telah menduduki jabatan paling singkat dua tahun dan paling lama lima tahun.

Kemudian, pengisian JPT sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilakukan harus  berkoordinasi dengan KASN.

Lalu, mengacu pada PP Nomor 53 Tahun 2010, nonjob dilakukan harus melalui mekanisme pemeriksaan yang sesuai dengan PP Nomor 53 Tahun 2010 dan dijatuhi hukuman disiplin berat.

“Dengan begitu, potensi konflik kepentingan dalam mutasi tersebut dapat dihindari. Mutasi pun dasarnya lebih pada pertimbangan objektif menyangkut kinerja. Bukan karena like and dislike karena ekses dukung mendukung di pilkada,” bebernya.

“Mutasi dalam enam bulan setelah pelantikan harus mendapat izin dari Menteri Dalam Negeri. Dalam UU ASN pasal 73 ayat 7 juga ditegaskan mutasi dilakukan dengan memperhatikan larangan konflik kepentingan,” pungkas Rudi.  (LP2/red)

Latest articles

Masyarakat Adat Sebyar Sentil 17 Tahun Aktivitas BP Tangguh: Pergi Saja...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Masyarakat adat Sebyar menuntut kejelasan manfaat ekonomi dari aktivitas migas BP Tangguh di wilayah adat mereka. Setelah 17 tahun aktivitas berjalan,...

More like this

Pemkab Manokwari Pastikan Peserta JKN Tak Dibebani Iur Biaya Tambahan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemkab Manokwari, Papua Barat, bersama BPJS Kesehatan memperkuat kepesertaan dan keaktifan...

Jaga Kesehatan di Usia Senja, Dora Rasakan Manfaat JKN hingga Kenal Prolanis

MANOKWARI, LinkPapua.id – Dora Rumbarar (66), perempuan asal Manokwari, Papua Barat, memanfaatkan program Jaminan...

22 TPA dan TPQ di Manokwari Disiapkan Ikuti FASI 2026

MANOKWARI, Linkpapua.id– Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Manokwari mematangkan persiapan pelaksanaan...