Momen Bersejarah Bagi Warga Teluk Bintuni, Bupati Kukuhkan Pengurus LMA Tujuh Suku dan Resmikan Kantornya

Published on

BINTUNI, Linkpapua.com – Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw, mengukuhkan pengurus Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Wamesa, Sebyar, Kuri, Irarutu, Moskona, Sumuri, dan Sough, pada Jumat (24/9/2021).

Pada kesempatan itu, Bupati sekaligus meresmikan kantor LMA Tujuh Suku Teluk Bintuni yang berlokasi di Jalan Raya Bintuni, Kali Tubi, Distrik Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Petrus dalam sambutannya mengatakan, ini adalah momentum sangat bersejarah sejak lembaga tujuh suku di kabupaten ini didirikan. “Hari ini saya melantik orang-orang tua saya sejak 18 tahun Kabupaten Teluk Bintuni ini berdiri,” ucap Petrus.

Petrus juga mengungkapkan rasa bangganya sebagai anak dari tujuh suku Teluk Bintuni. “Saya sebagai anak tujuh suku sangat bangga. Selama ini kita tidak mempunyai rumah, kita tidak punya bapak dan mama sehingga masing-masing dari tujuh suku mencari jalan mereka sendiri-sendiri,” tuturnya.

Bupati mengungkapkan, ada tiga pilar pembangunan, yakni pemerintah, agama, dan adat. “Sebelum ada agama dan pemerintahan, adat sudah ada terlebih dahulu. Orang tua bilang adat adalah agama pertama. Karena lewat adat masyarakat bisa hidup dalam setiap rumpun budaya yang berbeda,” terangnya.

Kabupaten Teluk Bintuni, kata dia, terbentuk karena karya besar masyarakat adat tujuh suku. “Ini satu hal yang sangat luar biasa orang suku di gunung bisa menyatu dengan suku di wilayah pantai. Kekayaan dan kearifan adat tujuh suku yang harus kita jaga dari waktu ke waktu di tanah Sisar Matiti yang kita cintai,” pesannya.

Dia pun berharap dengan peresmian kantor ini bisa memberikan dampak positif ke depannya. “Kantor yang sudah diresmikan ini agar setiap persoalan yang berkaitan dengan adat tujuh suku yang berada di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni kita selesaikan di rumah ini,” harapnya.

Sementara, Ketua LMA Tujuh Suku Teluk Bintuni, Marthen Wersin, berharap kehadiran mereka bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam pembangunan masyarakat yang mandiri. “Kami harapkan lembaga ini adalah lembaga kultur representasi masyarakat,” ucap Marthen.

Marthen juga menekankan, dalam menyampaikan aspirasi
masyarakat dilaksanakan secara musyawarah dan sesuai dengan hukum yang berlaku. “Lembaga ini menjadi rumah musyawarah dalam membicarakan masa depan Teluk Bintuni dan untuk kepentingan kita bersama,” ucapnya.

Dia pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun Teluk Bintuni ke arah yang lebih ke depan. “Kepada masyarakat Teluk Bintuni mari kita bekerja dengan hati nurani dan hati yang bersih. Mari kita sama sama memajukan Bintuni dan mendukung anak anak tujuh suku yang duduk memimpin negeri ini. Jangan ada lagi perpecahan dalam tubuh kita demi majunya Teluk Bintuni,” pungkasnya. (LP5/Red)

Latest articles

Amin Ngabalin Dorong Sekolah Sepanjang Hari Masuk Perda Papua Barat Cerdas

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Ketua Fraksi Golkar sekaligus Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRP Papua Barat, Amin Ngabalin, mendorong program Sekolah Sepanjang Hari (SSA)...

More like this

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Satgas TMMD Ke-130 Gelar Bazar Murah untuk Warga Yamboi Gunung

MANSEL, LinkPapua.id – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 Kodim...

RS Pratama Warmare Perkuat Tata Kelola dan Tingkatkan Kualitas Pelayanan

MANOKWARI, Linkpapua.id – Rumah Sakit (RS) Pratama Warmare terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan...

Kantor BLUD RS Pratama Warmare Dibangun, Hermus Tekankan Peningkatan Pelayanan

MANOKWARI, Linkpapua.id – Pemerintah Kabupaten Manokwari mulai memperkuat sarana penunjang pelayanan kesehatan melalui pembangunan...