OPM Klaim Tembak 2 Nakes di Tambrauw, Sebut Korban Mata-Mata Aparat

Published on

TAMBRAUW, LinkPapua.id – Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyatakan bertanggung jawab atas aksi penembakan yang menewaskan dua tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Bamus Bama, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya. Mereka menuding para korban yang sebelumnya dilaporkan diserang orang tak dikenal (OTK) tersebut sebagai agen intelijen militer yang menyamar.

“Penyerangan tersebut kami lakukan sesuai dengan pernyataan Panglima TNI, Agus Subianto yang mengatakan bahwa seluruh tenaga kesehatan dan guru-guru yang bertugas di Papua adalah anggota TNI,” kata Juru Bicara TPNPB OPM Sebby Sambom dalam siaran pers, Selasa (17/3/2026).

Baca juga:  Pidar Papua Barat Serukan Warga Jaga Kondusivitas Jelang Peringatan 1 Juli

Sebby menegaskan pihak TPNPB Kodap XXXIII Ru Mana Tambrauw telah mengambil sikap tegas terhadap kehadiran nakes di wilayah konflik tersebut. Mereka mengeklaim memiliki bukti bahwa korban merupakan mata-mata aparat keamanan.

“Untuk itu, kami mengambil sikap tegas dan mengeksekusi mati dua orang agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan yang telah memasuki wilayah perang,” ujarnya lagi.

Pihak OPM juga mengidentifikasi pelaku penembakan dilakukan oleh kelompok di bawah pimpinan Gideon Yesnath dan Thobias Yekwam. Mereka menyatakan siap menghadapi konsekuensi hukum internasional atas tindakan pengeksekusian tersebut.

Baca juga:  Papua Barat Resmikan SLB Negeri Terpadu Manokwari, Siap Didik Anak Disabilitas

“Sebagai Panglima TPNPB Kodap XXXIII Ru Mana Tambrauw, Brigjend Finsen Frabaku dan Wakilnya, Letkol Leonardo Syufi siap bertanggung jawab penuh atas penembakan ini,” ucap Sebby.

Lebih lanjut, OPM mengeluarkan ancaman bagi seluruh warga sipil non-Papua yang masih bertahan di wilayah zona merah. Mereka diperingatkan untuk segera angkat kaki guna menghindari jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.

“Untuk semua tenaga medis, guru, tukang ojek, mobil jualan dan semua warga imigran Indonesia segera keluar dari wilayah-wilayah zona merah dan konflik bersenjata. Jika tidak maka kami ditembak mati jika memasuki wilayah konflik bersenjata,” tegasnya.

Baca juga:  Jaringan Damai Papua Minta Jokowi Hentikan Operasi Militer Pasca Pembunuhan 4 Prajurit TNI

Sebelumnya, empat nakes dilaporkan diserang saat melintasi Kampung Jokbu menggunakan sepeda motor pada Senin (15/3). Dua nakes tewas di tempat, sementara dua rekan lainnya berhasil meloloskan diri dan berlindung di Pos TNI Bamusbama.

Aparat Polres Tambrauw hingga saat ini masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian perkara. Polisi terus mengumpulkan informasi guna memastikan situasi keamanan di wilayah Distrik Bamus Bama kembali kondusif. (*/red)

Latest articles

LP3KD Papua Barat Minta Pemprov Alokasikan Anggaran Setara untuk Kegiatan Keagamaan

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Papua Barat meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mengalokasikan anggaran yang setara...

More like this

Tuan Rumah Pesparani Katolik V Papua Barat 2029: Teluk Wondama

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kabupaten Teluk Wondama resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Pesta Paduan...

Bupati Teluk Bintuni di Penutupan Pesparani IV Papua Barat: Tidak Ada yang Kalah!

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menyatakan tidak ada peserta yang...

Tuan Rumah Teluk Bintuni Juara Umum Pesparani IV Papua Barat

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Tuan rumah Kabupaten Teluk Bintuni keluar sebagai juara umum Pesta...