1 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Madinah Akibat Serangan Jantung

Published on

JAKARTA, LinkPapua.id – Seorang jemaah haji Indonesia asal Solo bernama Rodiyah (68) meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung saat berada di Madinah. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memberikan perhatian penuh terhadap kabar duka pertama dari kloter SOC-3 tersebut.

“Kemenhaj turut menyampaikan duka cita atas wafatnya satu jemaah haji asal kloter SOC-3, Rodiyah (68), akibat serangan jantung,” ujar Juru Bicara Kemenhaj RI Ichsan Marsha dalam keterangan resmi, Jumat (24/4/2026).

Baca juga:  Divisi Humas Polri Libatkan Juru Bahasa Isyarat Dalam Setiap Konferensi Pers

Pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengambil langkah cepat untuk menjamin hak almarhumah. Petugas memastikan Rodiyah tetap mendapatkan layanan ibadah secara penuh meski telah tiada.

“Pemerintah memastikan pemenuhan hak jemaah, termasuk pelaksanaan badal haji,” tutur Ichsan.

Kemenhaj mencatat sebanyak 93 jemaah haji lainnya sedang menjalani perawatan rawat jalan di Madinah. Sementara itu, tim medis merujuk dua jemaah ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan mengirim satu jemaah lainnya ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

Baca juga:  Ketua dan Sekretaris DPW PPP Papua Barat Hadiri Rapimnas PPP

Pemerintah meminta seluruh jemaah mewaspadai cuaca panas di Madinah yang mencapai 34 derajat Celsius dengan kelembapan 25 persen. Ichsan menekankan pentingnya menjaga stamina agar kondisi fisik tidak merosot selama proses ibadah.

“Kami mengimbau jemaah menjaga stamina, memperbanyak minum, dan mengikuti arahan petugas. Cuaca cukup panas, sehingga penting menjaga kondisi tubuh,” kata Ichsan.

Pemerintah memprioritaskan aspek kesehatan jemaah karena menjadi fokus utama pemantauan otoritas Arab Saudi. Kemenhaj menggunakan setiap laporan kesehatan sebagai fondasi untuk memperkuat layanan perlindungan bagi para tamu Allah.

Baca juga:  Kemendagri, KPK, dan BPKP Berkolaborasi Percepat Satu Data Indonesia

“Setiap laporan menjadi dasar penguatan layanan agar jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” tutur dia.

Kemenhaj menegaskan komitmen tinggi dalam mewujudkan layanan Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan pada tahun 2026. Prinsip ini menjadi bentuk nyata keberpihakan negara dalam melayani seluruh lapisan jemaah haji Indonesia. (*/red)

Latest articles

Piala Bergilir Pesparawi Nasional Diarak di Manokwari, Panitia Gaungkan Dukungan Warga

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Panitia Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV mengarak piala bergilir presiden RI dan piala bergilir Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN)...

More like this

Ketum SMSI Firdaus Petakan Pengaruh Politik Perkuat Arah Media Siber

JAKARTA, LinkPapua.id – Ketua Umum (Ketum) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus memetakan jaringan...

BMKG Prediksi Fenomena El Nino Segera Aktif dan Bertahan hingga Awal 2027

JAKARTA, LinkPapua.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino segera...

KPK Ternyata Selidiki Dugaan Korupsi MBG sebelum Diusut Kejagung

JAKARTA, LinkPapua.id – KPK ternyata juga menyelidiki dugaan korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi...