Harga Minyak Goreng Naik di 207 Kabupaten/Kota, Termahal di Intan Jaya Papua

Published on

JAKARTA, LinkPapua.id – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kenaikan harga minyak goreng yang meluas hingga ke 207 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Lonjakan harga paling ekstrem terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua, dengan nilai mencapai Rp60 ribu per liter.

“Minyak goreng, ini sebagai catatannya, ini peningkatannya terjadi pada 207 kabupaten/kota. Sengaja kami memberikan tanda seru, karena pada minggu keduanya itu hanya 177 kabupaten/kota, sekarang menjadi 207 kabupaten-kota,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Senin (20/4/2026).

Baca juga:  Safari Jurnalistik PWI-Astra, Ulas Masa Depan Media Pascadigitalisasi Televisi dan Era 5G

Ateng menjelaskan tren kenaikan harga ini sudah mencakup lebih dari separuh wilayah di tanah air. Persentase wilayah yang mengalami kenaikan harga minyak goreng kini menyentuh angka 57,50 persen.

“Kalau dipersentasekan, itu sebesar 57,50 persen wilayah Indonesia yang mengalami peningkatan harga minyak gorengnya,” kata dia.

BPS mencatat rata-rata harga minyak goreng nasional untuk semua kategori merangkak naik dari Rp19.358 menjadi Rp19.592 per liter. Meskipun harga tertinggi menembus Rp60 ribu, wilayah lain masih mencatatkan harga terendah sebesar Rp15.500 per liter.

Baca juga:  Minyak Goreng Masih Langka, DPR PB Minta Pemda Temukan Solusi

Produk Minyakita juga mengalami pergeseran harga menjadi Rp15.982 per liter. Nilai tersebut terpantau berada sedikit di atas harga eceran tertinggi (HET) pemerintah yang mematok angka Rp15.700 per liter.

Pihak Kementerian Perdagangan (Kemendag) turut memberikan tanggapan mengenai pergerakan harga pada komoditas Minyakita tersebut. Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN), Nawandaru Dwi Putra, mengakui adanya fluktuasi harga dalam sepekan terakhir.

Baca juga:  Ancam Kemerdekaan Pers, SMSI Akan Gugat KUHP

Nawandaru memastikan kenaikan harga tersebut bukan merupakan dampak dari menipisnya stok di pasar. Dia menjamin ketersediaan produk minyak goreng secara nasional masih dalam kondisi melimpah dan sangat aman.

Menurutnya, pasar memiliki pasokan yang ditopang oleh berbagai merek alternatif dan minyak goreng premium. Namun, tekanan harga justru muncul akibat lonjakan biaya produksi pada komponen kemasan. (*/red)

Latest articles

Ketua DPRP Papua Barat Kenang Yurthinus Mandacan Sosok Rajin dan Berkomitmen

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Ketua DPRP Papua Barat, Orgenes Wonggor, memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Yurthinus Mandacan yang dia nilai sebagai legislator sangat rajin. Menurutnya,...

More like this

DPR RI Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Jadi UU setelah 22 Tahun

JAKARTA, LinkPapua.id - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi mengetuk palu pengesahan Rancangan Undang-Undang...

KPK: 81% Koruptor Laki-Laki Salurkan Uang ke Selingkuhan

JAKARTA, LinkPapua.id - Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo mengungkap fenomena mencengangkan terkait perilaku...

Pemerintah Rekrut 35.476 Manajer Koperasi Merah Putih, Cek Syaratnya!

JAKARTA, LinkPapua.id - Pemerintah membuka rekrutmen besar-besaran sebanyak 35.476 tenaga kerja untuk mengisi posisi...