Pandemi, Perdagangan Perempuan Meningkat di Teluk Bintuni

Published on

BINTUNI, Linkpapua.com – Kasus trafficking atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO) meningkat selama pandemi di Teluk Bintuni. Eksploitasi perempuan mendominasi kasus ini.

“Data dari DP3AKB tiga tahun terakhir ada 8 kasus TPPO, hal ini diduga dengan adanya pandemi Covid-19 yang memperlambat perputaran ekonomi. Dampaknya perempuan mudah dieksploitasi,” terang Sekda Teluk Bintuni I Gede Putu Suratna dalam sambutannya dalam sosialisasi penanganan trafficking dan TPPO, di Gedung Woman And Child Center Sisar Matiti Kota Bintuni, Selasa (14/12/2021).

Baca juga:  Wabup Joko Ziarah Makam Tokoh Pemekaran Jelang HUT ke-23 Bintuni

Menurut Suratna, problem TPPO/trafficking sangat kompleks dan bersifat multidimensi. Dalam penanganannya diperlukan kerja sama konkret semua komponen.

“Untuk menuntaskannya harus secara komprehensif. Melibatkan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, masyarakat maupun LSM. Ini membutuhkan kerja kolektif,” tandasnya.

Sosialisasi penanganan trafficking melibatkan sejumlah instansi pemerintah, nonpemerintah dan organisasi kemasyarakatan dan tokoh.

Baca juga:  Safari Jurnalistik PWI-Astra, Ulas Masa Depan Media Pascadigitalisasi Televisi dan Era 5G

Sementara itu, Kepala DP3AKB Teluk Bintuni Jen Fimbay mengatakan, dalam kasus trafficking dihadapi sejumlah kendala di lapangan. Terutama soal anggaran pendampingan untuk korban serta penelusuran data korban.

“Namun sejauh ini kami masih terus berusaha untuk bekerja semaksimal mungkin bekerja sama dengan berbagai pihak. Kami memang penanganannya terdapat kendala kaitannya dengan keuangan, tapi ketika kami bisa membantu kami tetap membantu, data-data korban juga susah untuk ditelusuri namun kasus kemarin ada dari organisasi kerukunan yang sama-sama membantu,” katanya.

Baca juga:  Diikuti 28 Tim, Argosigemerai Cup III Resmi Digulir

Sementara itu, terkait dengan goals kegiatan ini Jen berharap ada aoutput dari kemitraan ini. Setidaknya semakin banyak elemen yang terlibat dalam perlindungan perempuan dan anak.

“Kami berharap ditindaklanjuti dengan pembentukan gugus tugas TPPO dan rencana aksinya karena selama ini di Bintuni sendiri belum ada,” imbuhnya. (LP5/Red)

Latest articles

Regulasi OAP, MRPB Tegaskan Berani Tolak Pasal Tak Akomodatif

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) menegaskan keberanian untuk menolak pasal dalam regulasi Orang Asli Papua (OAP) yang dinilai belum mengakomodasi kebutuhan...

More like this

Mudah Pindah Faskes JKN, Bumil di Manokwari Terbantu Sambut Persalinan Anak Ke-4

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ibu hamil (bumil) peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Ema Onawame (27)...

Patrick Meyer Dorong Penguatan Anggaran Perumda Minyei Arfak

MANOKWARI, Linkpapua.id-Anggota Komisi II DPRK Manokwari Patrick Y. Meyer mendorong Pemerintah Kabupaten Manokwari memberikan...

Pesta Sinoli-Torang Locavore Jadi Strategi BI Perkuat Pengendalian Inflasi Papua Barat

MANOKWARI, Linkpapua.id- Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat terus mendorong penguatan pengendalian inflasi...