Papua Barat Bidik Pariwisata Sumbang 5 Persen PDRB di 2045

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menargetkan kenaikan kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada 2045. Target capaian tersebut diselaraskan dengan rancangan induk pembangunan pariwisata jangka panjang Papua Barat.

“Potensi ini menjadi dasar pengembangan Papua Barat sebagai destinasi ekowisata lanskap budaya Papua yang mendunia dan berkelanjutan,” ujar Asisten I Setda Papua Barat, Syors Alberth Ortisanz Marani, saat Rakornis Ranperda Ripparprov Papua Barat 2026-20245 di Vitta Hotel Manokwari, Kamis (18/6/2026).

Baca juga:  4.600 Personil Jajaran Polda Papua Barat telah Divaksin Dosis Pertama

Sektor pariwisata diproyeksikan mampu menyumbang sebesar 5 persen terhadap PDRB pada 2045 mendatang. Target tersebut dipasang meningkat signifikan dibandingkan capaian saat ini yang baru berada di angka 0,75 persen pada 2026 ini.

Papua Barat tercatat memiliki modal pengembangan berupa 164 daya tarik wisata yang tersebar di berbagai kabupaten. Komposisi sebaran destinasi tersebut terdiri dari 122 wisata alam, 35 wisata budaya, serta 7 wisata buatan.

Selain itu, sebaran potensi pariwisata mencakup biodiversitas laut Kaimana, Taman Nasional Teluk Cenderawasih di Teluk Wondama, situs sejarah Fakfak, hingga keanekaragaman hayati Pegunungan Arfak. Papua Barat juga ditopang kawasan hutan mangrove Teluk Bintuni yang arealnya mencapai luas 225.367 hektare.

Baca juga:  Gubernur Papua Barat Pantau Vaksinasi Massal di Mansel, Persentase Capai 22 Persen

“Pariwisata Papua Barat tidak boleh hanya menjadi etalase potensi. Tantangannya adalah bagaimana kekayaan alam dan budaya itu dikelola secara berkelanjutan serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Syors.

Dia menambahkan, keterlibatan aktif semua sektor menjadi kunci dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah daerah mendorong sinergi yang melibatkan masyarakat adat, pelaku usaha, hingga kalangan akademisi untuk mengoptimalkan pengelolaan di lapangan.

Baca juga:  Gubernur Papua Barat Usulkan 10 DOB ke Komisi II DPR RI

Hasil evaluasi terhadap Ripparprov 2013-2033 menunjukkan baru sekitar 55,21 persen program kerja yang berhasil direalisasikan secara nyata. Dokumen perencanaan lama tersebut dinilai belum memenuhi standar nasional karena belum memuat indikator pembangunan yang terukur serta belum adanya penetapan resmi daya tarik wisata. (LP14/red)

Latest articles

Gubernur Papua Barat Keluarkan Edaran Kesiapsiagaan Karhutla dan Antisipasi El Nino...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.1/1344/GPB/2026 tentang kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026 serta antisipasi potensi...

More like this

Gubernur Papua Barat Keluarkan Edaran Kesiapsiagaan Karhutla dan Antisipasi El Nino 2027

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.1/1344/GPB/2026 tentang...

Penduduk Miskin Papua Barat Capai 98.460 Orang di Maret 2026, Terbanyak di Perdesaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Jumlah penduduk miskin di Papua Barat mencapai 98.460 orang pada Maret...

Gubernur Dominggus Tinjau RSUP Papua Barat, Pastikan Perbaikan Layanan-Fasilitas Kesehatan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meninjau Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP)...