Pemkab Teluk Bintuni Genjot Digitalisasi Pendidikan di Daerah Terpencil

Published on

TELUK BINTUNI, LinkPapua.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni mempercepat digitalisasi pendidikan di wilayah terpencil sebagai langkah strategis untuk mewujudkan pemerataan akses belajar bagi seluruh anak, tanpa terkecuali. Upaya ini menjadi prioritas Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) sebagai bagian dari transformasi pendidikan berbasis teknologi.

Kepala Disdikpora Teluk Bintuni, Henry Donald Kapuangan, mengatakan digitalisasi merupakan jawaban atas tantangan pendidikan di era teknologi, terutama bagi daerah yang selama ini mengalami keterbatasan akses informasi dan jaringan internet.

Baca juga:  Wabup Bintuni Lepas Pawai Takbiran Iduladha 2026, Tegaskan Pesan Toleransi

“Saat ini pendidikan tidak bisa lagi lepas dari teknologi. Karena itu, kami dorong percepatan digitalisasi agar semua anak, termasuk yang di pelosok, punya akses yang sama,” ujar Henry saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/5/2025).

Langkah ini merupakan implementasi dari visi-misi SERASI Pendidikan, yang menjadi bagian dari program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy-Joko Lingara. Berbagai infrastruktur pendukung telah disiapkan, seperti distribusi laptop pembelajaran ke sekolah-sekolah, penyediaan smart TV dan smart board, hingga pemanfaatan platform digital nasional dari Kementerian Pendidikan.

Baca juga:  HUT Penerangan TNI AD Ke-71, Pendam Kasuari Komitmen Terus Berkarya

Meski demikian, Henry mengungkapkan keterbatasan jaringan internet masih menjadi tantangan utama. “Banyak sekolah masih belum punya internet sendiri, padahal ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer) sudah diterapkan mulai jenjang SD hingga SMA,” katanya.

Menjawab tantangan itu, Pemkab Teluk Bintuni menghadirkan layanan internet berbasis Starlink di tiga distrik terpencil, yakni Wamesa, Kamundan, dan Merdey. Layanan ini resmi diluncurkan Bupati Yohanis saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei lalu.

Baca juga:  Selamat! Kodim 1802/Sorong Sabet Juara di Lomba Binter Tingkat TNI AD

Dengan terobosan ini, Henry berharap kesenjangan pendidikan antara wilayah kota dan kampung dapat dipersempit. Dia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung kemajuan pendidikan daerah.

“Gotong royong adalah kunci. Pendidikan bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab semua pihak,” ucapnya. (LP5/red)

Latest articles

Penduduk Miskin Papua Barat Capai 98.460 Orang di Maret 2026, Terbanyak...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Jumlah penduduk miskin di Papua Barat mencapai 98.460 orang pada Maret 2026. Mayoritas penduduk miskin tersebut berada di wilayah perdesaan dengan...

More like this

Festival Kopi Manokwari Diharapkan Dongkrak Perekonomian dan Promosi Produk Lokal

MANOKWARI, Linkpapua.id– Festival Kopi yang digelar Komunitas Kopi Manokwari mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten...

Festival PAUD Kreatif Manokwari Tanamkan Semangat Kemerdekaan dan Karakter Anak Sejak Dini

MANOKWARI, Linkpapua.id – Bunda PAUD Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, pada Festival PAUD Kreatif yang...

Satpol PP dan Damkar Mansel Imbau Warga Tak Bakar Lahan Usai 9 Titik Kebakaran

MANSEL, LinkPapua.id - Satpol PP dan Damkar Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat, mengimbau masyarakat...