MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mengakui tantangan yang dihadapi remaja semakin kompleks. Pembinaan generasi muda diminta tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menyentuh pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan lingkungan sosial.
“Upaya untuk mengatasi beragam tantangan yang mereka hadapi, seperti akses ke pendidikan, kesehatan, lapangan kerja dan kesetaraan gender, kini menjadi jauh lebih mendesak dari sebelumnya,” ujar Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Papua Barat Syors Alberth Ortisanz Marani saat membuka pembinaan remaja bagi pelajar Distrik Manokwari Timur dan wilayah Prafi di Kwarda Arowi, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan pembinaan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-27 Papua Barat. Agenda itu juga menjadi bagian dari program Tim Penggerak PKK Papua Barat.
Syors mengatakan remaja saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, pembinaan perlu memberi pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan yang dibutuhkan anak muda untuk berkembang.
Keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kualitas SDM. Namun, tanggung jawab pembinaan remaja tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga.
Menurutnya, pemerintah, sekolah, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan termasuk PKK perlu mengambil peran bersama. Keterlibatan berbagai pihak dibutuhkan agar anak muda memiliki ruang untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi.
“Anak muda yang menjadi bagian dari keluarga dapat menjadi pendorong utama dalam pembangunan jika mereka diberikan pengetahuan dan kesempatan yang dibutuhkan untuk maju,” katanya.
Syors berharap pembinaan remaja tidak sekadar menjadi agenda dalam rangkaian peringatan HUT Papua Barat. Pembinaan tersebut diharapkan memberi bekal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Diharapkan pembinaan ini dapat melahirkan generasi muda yang berkarakter, mandiri dan berdaya saing global, sehingga dapat menjadi kader unggul di masa depan,” tuturnya.
Di hadapan para pelajar, Syors mengingatkan bahwa masa depan Papua Barat bergantung pada kualitas generasi muda saat ini. Karena itu, para pelajar diminta membangun pondasi yang kuat untuk menghadapi persaingan.
“Kalian adalah wajah Provinsi Papua Barat di masa depan. Kalian perlu pondasi yang kuat untuk mampu bersaing,” tegasnya.
Syors meminta para pelajar memanfaatkan keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat sebagai ruang untuk terus belajar. Mereka juga diminta menjauhi aktivitas yang dapat merusak masa depan.
“Jauhkan diri dari hal-hal yang sia-sia yang akhirnya merusak masa depan sehingga merugikan diri sendiri dan juga keluarga,” pesannya. (LP14/red)
