MANOKWARI, Linkpapua.id– Dewan Masjid Indonesia (DMI) Papua Barat menggelar Rapat Kerja Wilayah pada Jumat (13/2/2026) di aula Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat.
Ketua DMI Papua Barat Mohammad Lakotani menyampaikan Rakerwil ini bukan sekadar evaluasi program kerja tahunan, melainkan momentum untuk mengembalikan masjid ke peran utamanya sebagai pusat pendidikan, sosial, hingga ekonomi masyarakat.

“Melalui Raker bisa menghasilkan keputusan dan gagasan program kerja yang berdampak. Terlebih ditengah dinamika dapat menghasilkan keputusan penting. Jadikanlah masjid sebagai laboratorium toleransi. Lahirkan ide-ide cerdas yang selaras dengan visi pembangunan daerah dalam mewujudkan Papua Barat yang aman, sejahtera, bermartabat, dan mandiri,”ungkap dia.
Ketua Umum DMI yang diwakili Wakil Ketua Umum Dr. H. Imam Addaruqutni, M.A. menyambut baik Rakerwil yang dilaksanakan DMI Papua Barat.
“Potensi masjid jangan dilupakan. Inilah yang ingin dikembangkan oleh DMI,”ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat yang diwakili Jabatan Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Marthen L. Kocu, S.H mengungkapkan
Tantangan zaman semakin dinamis.
“Masjid tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat ibadah ritual semata. Sebagaimana visi DMI, kita harus menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat, baik dari sisi ekonomi, pendidikan, penguatan nilai-nilai akhlak, persatuan, dan penguatan ukhuwah,”jelasnya.
Dikatakannya, Dewan Masjid Indonesia memiliki peran sangat penting dan strategis dalam membangun kualitas umat yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu berkontribusi positif bagi pembangunan daerah. Pemerintah Papua Barat juga memandang DMI sebagai mitra strategis dalam pemberdayaan umat, terutama dalam memperkuat ekonomi syariah, literasi digital, menjaga toleransi beragama, serta menciptakan suasana yang harmonis dan damai.
Rakerwil DMI Papua Barat diikuti oleh pengurus DMI dari Kaimana, Fakfak, Teluk Bintuni, Manokwari Selatan, Manokwari, dan Teluk Wondama.(LP3/Red)
