Peserta PBI JKN Dinonaktifkan Bisa Ajukan Reaktivasi di Manokwari

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com — Masyarakat di Papua Barat yang menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan dinonaktifkan oleh pemerintah pusat tetap dapat mengaktifkan kembali kepesertaannya dengan prosedur yang mudah melalui Dinas Sosial dan BPJS Kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Manokwari, dr. Dwi Sulistyono Yudo, menjelaskan bahwa peserta yang tiba-tiba tidak dapat memanfaatkan layanan JKN kemungkinan besar telah dinonaktifkan karena penyesuaian data berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang kini menjadi acuan pemerintah pusat.

Baca juga:  Pj Gubernur Ali Baham: HUT Pekabaran Injil ke-70 Lembah Baliem Momentum Pengikat Persaudaraan

“Meski dinonaktifkan, masyarakat tetap memiliki peluang untuk aktif kembali sebagai peserta PBI JKN. Cukup datang ke Dinas Sosial untuk mendapatkan rekomendasi, dan ajukan ke BPJS Kesehatan untuk proses reaktivasi,” kata Dwi di Manokwari pekan lalu.

Dwi menjelaskan bahwa penyesuaian ini merupakan bagian dari transformasi sistem data nasional, menggantikan sistem lama yang berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Perubahan ini dilakukan untuk memastikan hanya warga yang benar-benar berhak yang menerima subsidi iuran melalui APBN.

Baca juga:  Pasar Wosi Manokwari Terbakar, Bangunan Lama Hanya Tinggal Puing

Pada Mei 2025, tercatat sebanyak 52.124 peserta PBI di tujuh kabupaten Papua Barat dinonaktifkan berdasarkan Surat Keputusan dari Kementerian Sosial.

“Penonaktifan ini bukan berarti kehilangan hak selamanya. Masyarakat masih bisa dialihkan menjadi peserta bantuan iuran dari pemerintah daerah (PB Pemda), selama memenuhi syarat dan sesuai domisili,” ujar Dwi.

Untuk memastikan status kepesertaan, BPJS Kesehatan menyediakan berbagai kanal informasi, antara lain aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp PANDAWA di 08118165165, maupun kunjungan langsung ke kantor BPJS terdekat.

Baca juga:  Pangdam Kasuari Dukung dan Apresiasi ToT Kodim 1801/Manokwari

Nama-nama peserta yang dinonaktifkan juga diumumkan di kantor distrik setiap bulan sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.

“Kami imbau peserta PBI JKN rutin mengecek status kepesertaannya, agar tidak menemui kendala saat membutuhkan layanan kesehatan,” tegas Dwi.

Pemerintah daerah juga berperan aktif dalam menjamin keberlanjutan layanan kesehatan melalui skema iuran dari APBD bagi warganya yang terdata dan memenuhi syarat.

“BPJS Kesehatan tetap membuka ruang kerja sama dengan Pemda, baik kabupaten maupun provinsi, untuk melindungi warga secara menyeluruh,”tutupnya.(LP3/Red)

Latest articles

Regulasi OAP, MRPB Tegaskan Berani Tolak Pasal Tak Akomodatif

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) menegaskan keberanian untuk menolak pasal dalam regulasi Orang Asli Papua (OAP) yang dinilai belum mengakomodasi kebutuhan...

More like this

Mudah Pindah Faskes JKN, Bumil di Manokwari Terbantu Sambut Persalinan Anak Ke-4

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ibu hamil (bumil) peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Ema Onawame (27)...

Patrick Meyer Dorong Penguatan Anggaran Perumda Minyei Arfak

MANOKWARI, Linkpapua.id-Anggota Komisi II DPRK Manokwari Patrick Y. Meyer mendorong Pemerintah Kabupaten Manokwari memberikan...

Pesta Sinoli-Torang Locavore Jadi Strategi BI Perkuat Pengendalian Inflasi Papua Barat

MANOKWARI, Linkpapua.id- Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat terus mendorong penguatan pengendalian inflasi...