MANOKWARI, LinkPapua.id – Polda Papua Barat menyiapkan 3.278 personel untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Papua Barat. Ribuan personel tersebut disiapkan untuk mitigasi, pemantauan, pencegahan hingga penanganan kebakaran.
“Total jumlah personel di Polda ada 1.403. Polres ada 1.875 personel terbagi di tujuh Polres jajaran,” ujar Karo Ops Polda Papua Barat Kombes Pol Erwin Irawan dalam rapat penanganan karhutla di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (24/8/2026).
Erwin merinci 1.403 personel berada di tingkat Polda, sedangkan 1.875 personel lainnya tersebar di 7 Polres jajaran. Personel tersebut akan dikerahkan sesuai kebutuhan penanganan karhutla di wilayah masing-masing.
Selain personel, Polda Papua Barat menyiapkan sejumlah perlengkapan pendukung. Peralatan tersebut meliputi 12 unit ambulans, 60 kendaraan roda dua, kendaraan roda empat, dapur lapangan, AWC, dan velbed.
Erwin mengatakan penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas instansi. Polda Papua Barat mendorong pembentukan Satgas dan posko bersama untuk mengintegrasikan informasi terkait titik panas dan kejadian kebakaran.
“Perlu dibentuk Satgas penanganan karhutla. Perlu diadakan posko bersama agar semua informasi ada di satu lokasi,” katanya.
Polda Papua Barat mencatat terdapat 126 titik hotspot berdasarkan data internal. Sementara itu, data BPBD Papua Barat mencatat jumlah titik panas lebih dari 300 titik.
Perbedaan data tersebut dinilai perlu segera disinkronkan. Data yang sama diperlukan untuk menentukan lokasi prioritas dan mendukung penanganan di lapangan.
Selain penanganan kebakaran, kepolisian akan memperkuat upaya pencegahan. Langkah tersebut meliputi mitigasi dan monitoring titik panas, operasi Binakron, pemberdayaan masyarakat peduli karhutla, serta optimalisasi sekat kanal dan embung.
“Kita juga akan melakukan imbauan secara masif melalui maklumat kepolisian,” ucap Erwin.
Polda Papua Barat juga akan menyelidiki setiap kejadian karhutla. Jika ditemukan pembakaran yang dilakukan secara sengaja, pelaku akan diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Di luar itu, Polda Papua Barat masih membutuhkan dukungan anggaran untuk memperkuat operasi penanganan karhutla. Kebutuhan tersebut termasuk pengerahan water bombing menggunakan helikopter.
Erwin mengatakan kebutuhan anggaran akan dibahas bersama pemerintah daerah. Sumber pendanaan yang dibahas antara lain dana kontingensi maupun dukungan hibah untuk penanganan karhutla.
Sementara itu, kebakaran di Gunung Botak dilaporkan telah padam. Namun, sejumlah wilayah masih kering sehingga tetap berpotensi kembali terbakar.
Di wilayah Teluk Bintuni, kayu yang sebelumnya terbakar masih menyisakan bara api. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu kebakaran kembali.
Erwin menegaskan penanganan karhutla tidak dapat dilakukan satu instansi. Polda Papua Barat mendorong kolaborasi pemerintah daerah, TNI, BPBD, dinas kehutanan, dan masyarakat melalui Satgas serta posko bersama.
Kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat deteksi titik api dan mobilisasi personel serta peralatan. Upaya itu sekaligus ditujukan untuk memperkuat pencegahan dan penanganan karhutla di Papua Barat. (LP14/red)
