JAKARTA, LinkPapua.id – Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat tidak menggelar open house Lebaran secara mewah. Dia menegaskan pejabat harus memberi contoh kesederhanaan kepada masyarakat saat merayakan Idulfitri 1447 H/2026 M.
“Kita juga harus memberi contoh, open house atau apa jangan terlalu mewah-mewahan,” ujar Prabowo dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/8/2026).
Prabowo mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar menunjukkan sikap yang bijak kepada masyarakat. Ia menilai pejabat harus menjadi teladan terutama di tengah kondisi sebagian wilayah yang masih menghadapi bencana.
Presiden juga menyinggung kondisi sejumlah warga di Sumatra yang masih berada dalam situasi terdampak bencana. Karena itu, dia meminta para pejabat lebih peka terhadap kondisi masyarakat.
“Tapi kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara, kalau tidak ekonomi kita juga enggak jalan,” ucap dia.
Lebaran Idulfitri 2026 datang sebentar lagi. Muhammadiyah sebelumnya telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat (20/3).
Sementara itu, pemerintah akan menentukan awal Syawal melalui sidang isbat yang rencananya digelar pada 19 Maret 2026. Perbedaan penetapan hari raya Idulfitri juga diperkirakan kembali terjadi tahun ini.
Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Thomas Djamaluddin, memperkirakan hilal kemungkinan belum terlihat saat sidang isbat digelar. Hal itu karena posisi bulan baru belum memenuhi kriteria MABIMS pada waktu tersebut.
“Pada saat maghrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara posisi hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS, maka 1 Syawal 1447 = 21 Maret 2026,” kata Thomas dalam tulisan blognya, pada Juni 2025. (*/red)
