Protes Seleksi IPDN, Jembatan Kali Mati Dipalang 10 Jam Dibuka Usai Bupati Datang

Published on

MANSEL, LinkPapua.id – Jembatan Kali Mati di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat, dipalang warga selama 10 jam buntut kekecewaan hasil seleksi IPDN. Palang akhirnya dibuka setelah Bupati Mansel Bernard Mandacan turun langsung menemui warga.

“Saya menyampaikan permohonan maaf karena terlambat datang kepada seluruh masyarakat Mansel serta seluruh pengguna jalan karena aktivitas dan perjalanan kalian semua terganggu,” ujar Bernard di lokasi, Kamis (18/9/2025) malam.

Bernard hadir bersama Plt Sekda Mansel Adolof Kawei, Kapolres AKBP Marzel Doni, dan Dandim 1808 Mansel Letkol Inf Irwansyah. Mereka menemui warga yang melakukan aksi pemalangan dan mendengarkan aspirasi soal protes hasil seleksi IPDN.

Baca juga:  Setelah Kunjungan Wapres, Filep Nilai Sejumlah Persoalan Justru Tidak Dibahas

“Terima kasih juga kepada seluruh aparat pihak keamanan, Kapolres, dan Dandim sudah hadir menjaga keamanan sampai malam sehingga tidak ada sesuatu terjadi. Meskipun kita di sini melakukan pemalangan, tetapi masih bisa terkendali,” ucapnya.

Bernard meminta warga membongkar palang agar arus lalu lintas kembali normal. Dia berjanji akan memfasilitasi pembahasan persoalan seleksi IPDN bersama aparat terkait.

Baca juga:  58 Peserta Lomba Tari Yospan Semarakkan HUT Bhayangkara di Manokwari

“Untuk itu, saya berharap kepada seluruh masyarakat Mansel, terutama keluarga besar anak-anak tidak lulus, kita harus bongkar palang terlebih dahulu supaya saudara-saudara kita bisa lewat. Nanti persoalan itu, saya siap besok nanti difasilitasi Pak Kapolres dan Dandim baru kita bicarakan yang baik seperti apa,” tuturnya.

Bernard juga menugaskan BKD Mansel untuk memperbaiki mekanisme seleksi ke depan. Dia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di wilayahnya.

Baca juga:  BREAKING NEWS! Massa Pemilik Tanah Lokasi Tambang Emas Gelar Aksi di Kantor Bupati Manokwari

“Nanti kepala BKD tolong atur ini ke depannya secara baik, supaya ke depan tidak boleh terulang kembali seperti yang terjadi hari ini, terutama anak-anak kita di Wondama tes di sana, Pegaf tes Pegaf,” bebernya.

Setelah dialog, warga bersama aparat membongkar palang bambu, ranting kayu, hingga sisa pembakaran ban di lokasi. Arus lalu lintas kembali normal sekitar pukul 22.00 WIT. (*/red)

Latest articles

Usai Evaluasi KPK, Gubernur Papua Barat Perintahkan OPD Percepat Pembenahan Aset...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan memimpin rapat lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat tindak lanjut hasil evaluasi Komisi Pemberantasan Korupsi...

More like this

361 Pejabat Pemkab Manokwari Dilantik, Bupati Hermus Tekankan Kinerja dan Sinergi

MANOKWARI, Linkpapua.id – Bupati Manokwari Hermus Indou melakukan rotasi dan pelantikan besar-besaran terhadap pejabat...

HUT ke-81 TNI, Prajurit Diminta Terus Jaga Kepercayaan Rakyat

MANOKWARI, Linkpapua.id– Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) digelar...

TNI Kuasai Markas OPM di Maybrat Papua Barat Daya, 2 Anggota Manfred Fatem Tewas

MAYBRAT, LinkPapua.id – TNI menguasai markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap Sorong Raya di...