Tim Penyusun RPB Fokus pada 8 Bencana Rawan di Papua Barat

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Pemprov Papua Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah menyusun rencana penanggulangan bencana (RPB) 2021-2026. RPB ini memuat segala aspek mengenai program penanggulangan bencana.

“Untuk mengurangi risiko bencana, kita tentunya harus siap siaga. Kesiapsiagaan itu kita susun dalam sebuah dokumen yang disebut RPB, sebagai acuan. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan kita dalam mencegah dan merespons saat terjadi bencana maupun pascabencana,” kata Kepala BPBD Papua Barat Derek Ampnir, Sabtu (6/11/2021).

Derek menjelaskan, secara administrasi pihaknya telah siap. Namun selalu berhalangan menggelar penyusunan dokumen.

Kegiatan kemanusiaan ini pun semakin molor dengan terjadinya bencana nasional non-alam, yakni penyebaran Covid-19. Untuk itu, dalam penyusunan RPB melibatkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dari Universitas Papua (Unipa).

Baca juga:  Kepala Suku Besar Arfak: Wilayah Ulayat Arfak Bukan untuk Dipecah Sesuka Hati

Pelibatan Unipa dinilai sangat penting. Akademsi diharapkan memberi muatan dalam RPB mengenai segala hal teknis terkait kebencanaan non-alam.

Dalam RPB ini dijabarkan bagaimana delapan jenis mitigasi bencana alam.
Delapan jenis bencana alam tersebut, ialah abrasi, banjir bandang, gempa bumi, banjir, kebakaran, kekeringan, longsor, dan tsunami.

“Sebelumnya pandemi itu tidak diulas, namun sedang terjadi. Makanya dalam RPB kali ini, bukan hanya penanganan endemik (malaria) saja tetapi juga pandemi kita bahas dan masuk dalam program kita untuk lima tahun ke depan,” ujar Ampnir.

Baca juga:  Catatan Akhir Tahun 2021 PWI: Kontribusi Media dan Ancaman Kebebasan Pers

Ampnir melanjutkan, bahwa beberapa hari ke depan tim khusus akan diturunkan ke berbagai wilayah ataupun kawasan rawan bencana di Papua Barat. Mereka ditugasi mendata secara detail kondisi di kawasan sekitar permukiman, termasuk jumlah penduduk.

“Itu diperlukan guna meningkatkan efektivitas mitigasi dan relokasi dalam bentuk pelayanan penanggulangan bencana,” ujarnya.

Untuk legalitasnya kata Derek, dokumen RPB yang telah disusun sebagai acuan oleh pemerintahan akan dikuatkan dengan Peraturan Gubernur (Pergub). Sehingga nantinya memudahkan langkah-langkah teknis administrasi yang dibutuhkan dalam menyiapkan dan merespons upaya mitigasi.

“Target, pekan depan dokumen RPB sudah siap dan bisa diimplementasikan. Kita bersama bekerja keras di sini tentu dengan harapan, langkah ini dapat menurunkan risiko bencana secara signifikan,” ujar Ampnir.

Baca juga:  Tinggi Risiko Bencana di Papua Barat, RTRW Banyak Diabaikan

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Papua Barat Yordan Komisaris menegaskan, bahwa seluruh wilayah yang berada distandar risiko bencana, dipastikan masuk dalam RPB dan pelaksanaanya akan dikuatkan dengan Pergub, sehingga ada legalitas hukum pelaksanaan.

“Semua wilayah yang berada distandar risiko bencana, kita petakan dalam RPB. Untuk itu kenapa harus dikirim tim. Sebagai evaluasi pelaksanaan, RPB yang kita buat untuk lima tahun ini, akan direviuw setiap dua tahun sekali,” kata Yordan.(LP7/red)

Latest articles

Polres Mansel Gelar Operasi Jelang Temunas GPKAI, Amankan Pemobil Bawa Miras...

0
MANSEL, LinkPapua.id – Polres Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat menggelar operasi gabungan menjelang pelaksanaan Temu Nasional (Temunas) Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI). Dalam...

More like this

Sambut Pesta Sinoli x Torang Locavore 2026, BI Papua Barat Tekankan Pentingnya Data Berkualitas

MANOKWARI, Linkpapua.id- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat menggelar Media Briefing dalam...

Dandim 1801 Manokwari: Antusiasme Tinggi, Turnamen Domino HUT TNI ke-81 Pererat Kedekatan dengan Masyarakat

MANOKWARI, Linkpapua.id- Antusiasme masyarakat mengikuti Turnamen Domino dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT)...

Kerap Timbulkan Keresahan, Masyarakat Tolak Provokasi KNPB

PAPUA, linkpapua.id — Tokoh masyarakat adat Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Karmin Yikwa, mengajak masyarakat...