Tokoh Agama: Otsus Berkat Besar dari Tuhan Kepada Papua

Published on

Silas Papare,Linkpapuabarat.com- Tokoh agama Papua, Pendeta Albert Yoku meminta pelaksanaan otonomi khusus dievaluasi menyeluruh, agar dapat mensejahterakan dan benar-benar dirasakan masyarakat Papua dan Papua Barat.

Menurutnya, evaluasi perlu melibatkan seluruh unsur sehingga dapat mengukur pencapaian otsus maupun kegagalannya. Yang mana, seharusnya otsus dapat memberikan dampak positif.

“Jadi, menurut saya otsus perlu dievaluasi dengan melihat kekuatan kebersamaan anak bangsa itu, dan keberpihakan jangan keterlaluan,” kata Pendeta Albert dalam dialog kebangsaan bertajuk “Peran Tokoh Agama untuk Kerukunan Papua” bersama Danlanud Silas Papare Marsekal Pertama TNI Budhi Achmadi yang diunggah Channel Youtube Lanud Silas Papare, Jumat (1/1/20).

Baca juga:  Presiden Prabowo Melayat Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang: Kami Punya Hubungan Keluarga

Meski menurutnya sesuatu kekhususan itu selalu membedakan, seharusnya hukum tata negara dapat memberikan pemahaman yang mencerdaskan, boleh atau tidak ada kekhususan.

Berbeda halnya dengan misi keagamaan bahwa umat berasal dari masyarakat yang majemuk. Karenanya, Pendeta Albert berpendapat, sebaiknya pemerintah membuat kekhususan dalam hal tertentu.

“Jadi, kalau saya tetap berprinsip sebenarnya negara tak perlu membuat otsus dalam bentuk peraturan. Kalau negara membuat kekhususan dalam pendekatan pendidikan, ekonomi dan kesehatan itu lebih baik sehingga semua turut terbangun,” jelasnya.

Pendeta Albert mengatakan, dengan skema otsus di Papua seakan terjadi pemisahan antara wilayah yang diprioritaskan dan tidak mendapat perhatian khusus. Maka itu perlu dievaluasi.

Baca juga:  Presiden Prabowo Pantau Program MBG Lewat Tim Kemensetneg di Papua Barat

“Sebaiknya keberpihakan terfokus pada bidang tertentu dalam waktu tertentu dan harus diintervensi. Misalnya soal pendidikan, negara turun dengan uang, orang yang profesional di sini maksimal baru kita bisa mencapai sesuatu,” tuturnya.

Namun dengan diberikannya keleluasaan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam mengelola otsus ternyata hasilnya tidak dirasakan oleh masyarakat Papua.

“Kalau seperti sekarang kita berikan otsus ke Papua kemudian data BPS 2020 IPM (Indeks Pembangunan Manusia) kita paling rendah kemudian provinsi termiskin,” beber Pendeta Albert.

Mantan ketua Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Papua itu menambahkan bahwa perhatian pemerintah kepada rakyat Papua sangat besar. Namun ada segelintir orang yang memanfaatkannya.

Baca juga:  Usai Sah Jadi Badan Hukum, PWI Pusat Sambangi Dewan Pers

“Saya malu ngomong itu karena negara begitu baik memberi perhatian. Kita orang Papua yang menjadi gubernur, DPR, kita menyia-nyiakan ini,” kata Pendeta Albert.

Dia mengibaratkan bahwa otsus merupakan anugerah terbesar dari Tuhan yang telah diberikan kepada masyarakat Papua. Tentunya harus dikelola dengan baik.

“Otsus itu berkat besar dari Tuhan kepada Papua kalau dikelola secara tanggung jawab dan sesuai tujuannya. Tapi hari ini tidak jadi berkat, jadi kalau dievaluasi sangat penting,” jelas Pendeta Albert. (LPB2/red)

Latest articles

299 CPNS Teluk Bintuni Selesai Ikuti Latsar, Bupati Minta Jaga Integritas

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Sebanyak 299 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2021 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni, Papua Barat, telah menyelesaikan Pelatihan Dasar...

More like this

Presiden Prabowo Beri Sinyal Kenaikan Gaji TNI-Polri, Ini Kata Mensesneg

JAKARTA, LinkPapua.id – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto...

HUT Ke-58 BPJS Kesehatan: JKN Lindungi 285 Juta Penduduk, Keberlanjutan Program Jadi Tantangan

JAKARTA, LinkPapua.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan program...

135 Hektare Sentra Cabai Disiapkan Kementan untuk Wilayah Papua

JAKARTA, LinkPapua.id – Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan pengembangan kawasan sentra cabai seluas 135 hektare...