JAKARTA, LinkPapua.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) telah mencapai sekitar 40 persen secara nasional. BPS mengakui wilayah Papua masih menjadi tantangan dalam proses pendataan akibat kondisi geografis.
“Tantangan di Papua, terutama di Papua Pegunungan,” kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (14/7/2026).
Capaian sensus di setiap daerah saat ini berkisar antara 30 persen hingga di atas 50 persen. Adapun proses pendataan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

Amalia mengatakan capaian terendah masih berada di sejumlah wilayah Papua, terutama Papua Pegunungan. Menurutnya, kondisi geografis di daerah tersebut menjadi kendala dalam pelaksanaan pendataan.
Meski demikian, BPS optimistis target sensus dapat tercapai hingga akhir Agustus. Dia menyebut dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat proses pendataan.
BPS telah mengembangkan sistem pemantauan berbasis digital untuk mengawasi pelaksanaan sensus secara real time. Sistem tersebut memungkinkan pengawasan terhadap petugas lapangan selama proses pendataan berlangsung.
Sistem itu dapat mendeteksi apakah petugas melakukan pendataan sesuai wilayah penugasannya. Kepala daerah juga diberikan akses untuk memantau perkembangan pendataan di wilayah masing-masing secara real time.
Amalia menambahkan mekanisme tersebut bertujuan meningkatkan pengawasan sekaligus menjaga kualitas data yang dikumpulkan. BPS menilai kualitas data menjadi aspek penting karena sensus ekonomi hanya dilaksanakan sekali dalam 10 tahun.
“Karena sensus ekonomi dilakukan 10 tahun sekali dan membutuhkan anggaran yang besar, maka data yang dihasilkan harus benar-benar akurat,” ujarnya. (*/red)









