Tolak Relokasi ke Huntara, Korban Kebakaran Borobudur Ngadu ke Dewan

Published on

MANOKWARI, linkpapua.com- Sejumlah perwakilan warga korban kebakaran Borobudur pada Senin (8/11/2021) mendatangi kantor DPRD Manokwari. Kedatangan warga untuk menyampaikan keresahan atas rencana relokasi ke hunian sementara (huntara) di Anday.

Salah satu warga Rendi mengungkapkan warga korban kebakaran Borobudur yang sementara ditampung di Taman Jokowi Borarsi ingin tetap bertahan. Mereka menolak relokasi ke Anday.

“Kita ingin bertahan di tempat pengungsian sementara karena di sana perahu kita aman dan bisa lanjutkan kehidupan. Apalagi anak-anak juga sekolah di kota. Kalau pindah pasti sekolahnya juga harus pindah. Apalagi kita selama ini sudah punya pelanggan ikan di kota,” ujarnya.

Warga juga mengungkapkan selama berada di tempat pengungsian hanya tinggal di tenda. Karena itu mereka berharap ada bantuan bahan bangunan untuk mendirikan hunian sementara.

Ketua Komisi A DPRD Manokwari Masrawi Ariyanto menjelaskan aspirasi tersebut akan dilanjutkan ke pemerintah melalui OPD terkait.

“Aspirasi ini juga disampaikan oleh korban kebakaran di posko lainnya. Mereka ingin tetap bertahan. Tentunya kalau memang mau direlokasi, tidak bisa asal direlokasi juga,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, anggota Komisi B DPRD Manokwari Suriyati Faisal meminta agar pemda tetap harus memperhatikan aspirasi dari para korban. Karena para warga ini juga punya kontribusi bagi daerah.

Pasca penyampaian aspirasi tersebut, DPRD Manokwari menjadwalkan akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan BPBD dan Dinas Sosial Manokwari.

Sekitar sebulan pascakebakaran di Kompleks Borobudur, Pemda Manokwari berencana akan merelokasi para korban ke hunian sementara (huntara).

“Rencananya akan di bangun di Anday. Ini penting untuk masyarakat karena selama tinggal di pengungsian masyarakat tidak bisa beraktivitas secara normal,” ujar Kepala BPBD Manokwari Tajudin belum lama ini.

Dikatakannya, sesuai dengan pendataan terdapat 437 kepala keluarga yang akan dibuatkan huntara. Saat ini ribuan pengungsi korban kebakaran masih ditampung di sejumlah tempat pengungsian. Salah satu pemilihan huntara di Anday karena mayoritas merupakan nelayan. (LP3/Red)

Latest articles

‎PELITA Goes to School Ajak Pelajar SMK Negeri Tandia Rawat Kerukunan...

0
TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Pemuda Lintas Agama (PELITA) Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mengajak pelajar SMK Negeri Tandia menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama....

More like this

FASI BKPRMI Manokwari Diikuti 187 Peserta, Wabup Dorong Potensi Generasi Qurani

MANOKWARI, Linkpapua.id– Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Manokwari menggelar Festival Anak...

Kasus Kematian Yanto Idorway, Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka

MANOWARI, Linkpapua.id-Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Trihadi Kuncahyo, A.Md., S.E., menyampaikan bahwa...

PHMJ GKI Nazaret Fanindi Pantai Aktif Beri Masukan Draf Amandemen Tata Gereja 2027

MANOKWARI, Linkpapua.id-Ketua PHMJ GKI Nazaret Fanindi Pantai, pdt Lenny M. M. Key Matatula, S.Th didampingi...