TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy membuka Youth Camp Yayasan Phapeda untuk membina karakter dan kepemimpinan generasi muda. Kegiatan bertajuk Anak Muda Harapan Bintuni ini melibatkan 115 peserta dari kalangan pelajar, sanggar seni, komunitas, dan unsur gereja.
“Jadilah pemuda yang berani bermimpi sekaligus tekun bekerja, teguh dalam iman, santun dalam pergaulan, dan siap memimpin melalui keteladanan,” kata Yohanis kepada peserta saat membuka Youth Camp di Resto TO Be, Distrik Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Senin (26/10/2026).
Youth Camp berlangsung selama 3 hari, mulai 26 hingga 28 Oktober 2026. Peserta mengikuti pembinaan karakter, pelatihan keterampilan hidup, penguatan komunitas, kegiatan alam terbuka, aksi sosial, serta edukasi lingkungan.
Yohanis mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan Teluk Bintuni. Dia meminta peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperkuat karakter, mengembangkan potensi, dan belajar bekerja sama.
Bupati juga mendorong peserta menerapkan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, membantu teman, menolak perundungan, menjaga kebersihan, dan menciptakan suasana damai di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi XII drg Alfons Manibuy menekankan pentingnya pembinaan sumber daya manusia untuk mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan infrastruktur perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas generasi muda.
“Kalau kita ingin Teluk Bintuni suatu saat berhasil, tampil sebagai kabupaten yang kuat dan hebat, maka kegiatan-kegiatan yang menyasar sumber daya manusia, khususnya generasi muda, harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Dia menilai pendidikan dan pembinaan karakter membutuhkan proses panjang serta berkelanjutan. Dia mendorong pemerintah daerah memperkuat dukungan melalui kebijakan dan penganggaran untuk pengembangan sumber daya manusia.
Alfons juga meminta Youth Camp menghasilkan gagasan yang dapat dipertimbangkan dalam program pembangunan daerah. Dia mengajak pemerintah, gereja, yayasan, komunitas, dan media berkolaborasi membina generasi muda.
Ketua panitia Cristin Mustamu mengatakan Youth Camp dirancang sebagai wadah bagi anak muda untuk mengembangkan kreativitas, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Kegiatan tersebut juga memberi ruang bagi peserta untuk berinteraksi, membangun persahabatan, dan belajar dari para narasumber.
Sejumlah narasumber mengisi kegiatan tersebut, yakni Alfons Manibuy, Yohanis Manibuy, Jose Alvan Ohei, dan dr Douglas Tigor Hutahaean. Panitia berharap peserta membawa pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh ke sekolah, keluarga, serta komunitas masing-masing. (LP5/red)












