KOMPAK-BaKTI Gelar Workshop Evaluasi dan Monitoring PROSPPEK-Otsus

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Mitra pembangunan KOMPAK-BaKTI yang selama ini ikut membantu pelaksanaan PROSPPEK-Otsus di Papua Barat menggelar workshop monitoring dan evaluasi di Sorong, 17-18 Februari 2022. Kegiatan diikuti 10 orang peserta.

Peserta berasal dari perwakilan Provinsi Papua Barat, Kabupaten Sorong, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Manokwari Selatan, dan Kabupaten Fakfak. Workshop dibuka secara resmi oleh Direktur Eksekutif Yayasan BaKTI, Yusran Laitupa.

Workshop yang digelar selama 2 hari ini dimulai dengan pemaparan tentang siklus perencanaan. Materi ini dibawakan Legius Wanimbo, Kepala Bidang Perencanaan Otus Bappeda Papua Barat.

Baca juga:  KPK dan SKK Migas Komitmen Lawan Korupsi di Sektor Hulu Migas Papua

Dalam pemaparannya, Legius Wanimbo menerangkan tentang siklus perencanaan dalam setiap kegiatan atau program pemerintah, salah satunya termasuk peran penting monitoring yang menjamin berjalannya program sesuai dengan rencana.

Workshop monitoring dan evaluasi ini juga membawa sebuah materi yang berbeda yaitu pentingnya peran gender equation and social inclusion (GESI) dalam perencanaan, monitoring, dan evaluasi program.

Kemampuan melakukan monitoring dan evaluasi ini dianggap penting untuk dikuasai oleh anggota Sekretariat Bersama (Sekber) PROSPPEK-Otsus, baik di tingkat provinsi Papua Barat maupun di tingkat kabupaten.

Baca juga:  Tim Itwasum Polri Tinjau Lahan Penanaman Jagung dan Lahan Program Perumahan Presiden

Each Yusran Laitupa menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Tim Komunikasi KOMPAK-BaKTI ini adalah rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas untuk anggota Sekber PROSPPEK-Otsus Papua Barat yang masuk ke dalam rangkaian kegiatan Program Landasan.

Selanjutnya peserta diberi pengetahuan tentang tahapan dalam membuat dan merancang kegiatan monitoring, termasuk menyiapkan indikator dan tools atau alat untuk memonitor pelaksanaan program. Peserta diajak untuk membuat simulasi memonitor sebuah pelaksanaan program di daerah mereka masing-masing dengan indikator dan alat yang sudah disiapkan.

Baca juga:  Lifting Akhir Tahun Optimal, SKK Migas Siapkan Langkah Strategis 2025

Proses monitoring untuk mengetahui apakah program tersebut sudah berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan atau belum, apakah ada hal yang harus dibenahi atau tidak, atau apakah target sudah tercapai atau belum. Proses ini penting untuk mengetahui apakah program benar-benar sudah berjalan sesuai dengan tujuannya atau tidak.

Sementara itu, di akhir program penting untuk melakukan evaluasi keseluruhan agar pelaku program bisa mendapatkan gambaran utuh tentang pelaksanaan program mereka. Termasuk apa pelajaran penting yang didapatkan, dan apa yang harus diperbaiki. (LP3/Red)

Latest articles

HUT Lalu Lintas ke-71, Kapolda Papare Tekankan Polisi Harus Jadi Teladan...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id– Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas ke-71, jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Papua Barat melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari...

More like this

Pemprov Papua Barat Petakan Potensi Investasi, OAP Harus Jadi Pelaku Ekonomi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mematangkan peta potensi investasi daerah melalui...

Masyarakat Adat Sebyar Sentil 17 Tahun Aktivitas BP Tangguh: Pergi Saja Kalau Tak Ada Kontribusi!

MANOKWARI, LinkPapua.id – Masyarakat adat Sebyar menuntut kejelasan manfaat ekonomi dari aktivitas migas BP...

Waktu Efektif Tinggal 2 Bulan, DPRP Papua Barat Kejar Finalisasi Regulasi dan APBD 2027

MANOKWARI, LinkPapua.id – DPRP Papua Barat berpacu dengan waktu untuk menuntaskan sejumlah agenda legislasi...