BMKG: Manokwari Masuk Kemarau, Ada Ancaman Kekeringan Ekstrem

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Papua Barat melaporkan, Kabupaten Manokwari dan sekitarnya mulai memasuki kemarau pada akhir September. Kemarau diprediksi bakal lebih panjang dan berpotensi memicu kekeringan ekstrem.

Wandel selaku Forecaster di BMKG mengungkapkan, di Manokwari dalam beberapa waktu ini tidak akan turun hujan. Ia menyebutkan, secara umum Manokwari sedang memasuki musim kemarau.

“Prediksi untuk beberapa hari ke depan memang masih terdapat curah hujan rendah di wilayah Manokwari,” ujar Wandel, Selasa (17/9/2024).

Menurut dia, musim kemarau akan datang pada akhir September. Kemarau diakibatkan oleh angin timuran yang bakal berdampak pada beberapa bidang sektoral terutama di bidang pertanian.

Baca juga:  Sensus 2020, 60 ribu penduduk Papua Barat belum tercover

“Jika kemarau yang berkelanjutan dalam waktu lama maka drainase kondisi perairan di lahan pertanian akan terjadi kekeringan,” terang Wandel.

Tanaman pertanian yang umumnya membutuhkan air dalam keadaan yang cukup di musim kemarau ini akan susah mendapatkan air. Sehingga berpotensi terhadap pertumbuhan dan kesuburan tanaman.

Lebih lanjut, Wandel mengatakan terkait gelombang air laut dalam beberapa hari ke depan masih cukup tenang. Tidak masuk dalam kategori gelombang tinggi.

Ia menyebutkan, wilayah perairan pesisir pantai dan pelayaran dalam kondisi aman.

“Dengan keadaan kemarau di Manokwari dan sekitarnya menurut prediksi kami untuk beberapa hari ke depan keadaan perairan pantai dan tinggi gelombang masih dalam kategori tidak cukup tinggi. Sehingga aktivitas laut maupun di pesisir pantai masih dalam keadaan aman,” tutur Wandel.

Baca juga:  245 Orang Meninggal Akibat Covid-19, Pemprov Papua Barat Percepat Target Vaksinasi

Wandel melaporkan, suhu Manokwari saat ini cukup panas yaitu sekitar 27°-31°C. Hal ini disebabkan oleh angin timur yang membawa massa udara kering dari wilayah selatan Indonesia yang bertiup ke arah Asia.

“Dengan adanya angin timur ini yang menyebabkan kita dalam keadaan musim kemarau sehingga akhir-akhir ini tidak turun hujan dan cuaca terasa panas,” kata dia.

Wardel mengantisipasi dan menghimbau terhadap dampak cuaca saat ini. Kata dia, jika nantinya tiba-tiba terjadi potensi hujan lebat disertai angin kencang di hari mendatang terutama di sekitar wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Baca juga:  Unik dan Kreatif, Polisi di Papua Barat Pakai Kostum Badut Edukasi Prokes Ke Warga

“Jadi kami mengimbau pertama tetap tenang dan tetap wapada terhadap bencana hidrogeologi yang dapat terjadi suwaktu-waktu. Paling tidak kita sendiri dapat mengenali bencana yang terjadi di sekitar kita untuk mengurangi risiko bencana tersebut” jelas Wandel.

Diharapkan juga berhati-hati jika ingin membakar hutan atau lahan. Sebab itu berpotensi menyebabkan kebakaran meluas.

“Mengingat kondisi cuaca dan husu yang cukup panas dapat menyulut terjadinya kebakaran makin meluas,” imbuhnya.(LP14/Red)

Latest articles

HUT Bhayangkara Ke-80, Kapolres Bintuni Ingatkan Polri Ada untuk Melayani Rakyat

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hari Sutanto mengingatkan Polri hadir untuk melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat saat memimpin upacara hari ulang...

More like this

Pertamina Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga BBM Non Subsidi

MANOKWARI, Linkpapua.id– Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) Non...

Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Papua Barat Tekankan Polri Harus Prediktif, Adaptif, dan Responsif

MANOKWARI, Linkpapua.id- Polda Papua Barat menggelar upacara dalam momentum hari Bhayangkara yang ke 80...

DPRP Papua Barat Minta Panitia Pesparawi XIV Serahkan Bukti Pertanggungjawaban Anggaran Rp65,3 Miliar

MANOKWARI, LinkPapua.id – DPRP Papua Barat meminta panitia Pesparawi Nasional XIV menyerahkan dokumen pertanggungjawaban...