AMBON, LinkPapua.id – Polisi mengungkap motif Ar (19), terduga pelaku pembunuhan alumni P2TIM Teluk Bintuni, Papua Barat, Kristian Robert Suu (20), di Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara. Pelaku disebut menikam korban karena kesal setelah sempat terlibat cekcok.
“Entah apa pemicunya, antara pelaku dan korban ini terlibat cekcok. Pelaku yang masih menunggu panggilan kerja ini, pulang mengambil pisau dan menikam korban hingga meninggal dunia,” ujar Kanit Resmob Polres Halsel Aipda Idrus Usman dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).
Aksi pembunuhan itu terjadi di Desa Kawassi, Kecamatan Obi, Halmahera Selatan, Jumat (17/4). Korban merupakan pemuda asal Kampung Horna Baru, Distrik Manimeri, Teluk Bintuni, Papua Barat.
Polisi menyebut korban ditemukan tewas dengan luka tusuk pada perut dan mata. Dari hasil pemeriksaan, pelaku dan korban sempat mengikuti pesta minuman beralkohol bersama sejumlah teman sebelum penikaman terjadi.
Setelah menikam korban, Ar langsung melarikan diri ke Pulau Kelang, Seram Bagian Barat, menggunakan perahu nelayan. Polisi kemudian mendeteksi keberadaan pelaku di sebuah rumah kos kawasan STAIN, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon.
“Jadi setelah kejadian, dia menyeberang ke Seram. Tempatnya berpindah-pindah, sampai akhirnya kami dapatkan dia di kamar kosnya di Ambon,” kata Idrus.
Ar ditangkap di Ambon, Kamis (14/5) dini hari. Tim gabungan kepolisian meringkus pelaku setelah sempat buron dan berpindah-pindah tempat persembunyian.
Idrus mengatakan pelaku bisa tinggal di rumah kos karena mendapat kiriman uang dari kakaknya. Uang itu digunakan untuk membayar tempat tinggal selama pelarian.
“Terduga pelaku mendapatkan kiriman uang dari kakaknya. Makanya dia membayar tempat kos itu untuk tinggal,” tambah Idrus.
Saat ditangkap, Ar sedang menelepon pacarnya di dalam kamar kos. Polisi kemudian membawa pelaku ke Polres Seram Bagian Barat untuk dititipkan sementara. (*/red)








