2025, Disdik Papua Barat Siap Terapkan Muatan ‘Noken’ bagi Siswa Berkebutuhan Khusus

Published on

MANOKWARI,Linkpapua.com -Dinas Pendidikan Papua Barat merancang sebuah metode baru pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus. Metode ini diharapkan mampu memberi pendekatan efektif kepada siswa agar mampu menyerap pengetahuan dengan mudah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat Abdul Fattah. Ia menjelaskan bahwa kompetensi dasar yang akan disusun merupakan rancangan yang disesuaikan untuk anak yang berkebutuhan khsusus.

“Sehingga dalam pembelajaran siswa tidak kesulitan dalam menyerap ilmu yang diberikan. Dengan adanya program ini diharapkan mampu mengurangi rendahnya tingkat pendidikan di Papua Barat. Jadi anak-anak yang berkebutuhan khsusus juga berhak mendapatkan pendidikan yang baik,” Ujar Abdul Fattah, Selasa (17/12/2024).

Baca juga:  RDP DPRK Manokwari dengan Ombudsman Papua Barat, sepakat bersama Kawal Pelayanan Publik

Fattah menegaskan bahwa program SDLB ini ditargetkan dapat dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2025/2026. Maka menjadi penting untuk dibahas dan dirancang kompetensi dasar yang akan digunakan dalam pendidikan tersebut.

Baca juga:  Disdik-Orang Tua Siswa Gelar Mediasi Buntut Konflik di SMA Taruna Manokwari

Ketua panitia Herlina Sandra Fakdaler mengatakan bahwa salah satu kurikulum muatan lokal yang menjadi tujuan adalah noken. Dirinya juga mengatakan bahwa SDLB ini diperuntukkan untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus.

“Dengan merancang kompetensi dasar diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta kompetensi dasar noken Papua. Selain itu, kegiatan ini juga guna merumuskan dan menyusun kompetensi dasar noken Papua jenjang SDLB,” ujarnya.

Baca juga:  Wujud Kepedulian, Kodam Kasuari Beri Santunan ke Veteran dan Warakawuri

Herlina menuturkan harapan dari kegiatan ini yaitu mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang kompetensi dasar noken Papua SDLB serta di akhir kegiatan dapat diperoleh kompetensi dasar yang disepakati.

“Untuknya kami mengundang pihak terkait dalam menyusul kompetensi dasar ini. Peserta berjumlah 40 orang mulai dari akademisi, hingga lembaga masyarakat adat Papua Barat. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari,”Imbuhnya.(LP14/red)

Latest articles

Minggu Kasih, Kapolres Mansel Hadir-Ibadah Bersama Umat Katolik di Oransbari

0
MANSEL, LinkPapua.id – Kapolres Manokwari Selatan (Mansel) AKBP Marzel Doni didampingi menghadiri ibadah bersama umat Katolik di Kampung Sindang Jaya, Distrik Oransbari, Kabupaten Mansel,...

More like this

Hermus Targetkan RS Pratama Warmare Jadi Rujukan Pelayanan Kesehatan Warpramasi

MANOKWARI, Linkpapua.id – Pemerintah berkomitmen memperkuat pemerataan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan memadai bagi...

UNAIR Latih Kader Bencana di Manokwari Kelola Sampah dan Buat Eco-Enzyme

MANOKWARI, LinkPapua.id – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kelompok 6 Universitas Airlangga (UNAIR) melatih 10...

Makanan Habis Terbagi, Satgas TMMD Ke-130 Tanamkan Budaya Antre kepada Anak-Anak Yamboi

‎MANSEL, LinkPapua.id – Senyum bahagia anak-anak Kampung Yamboi menjadi kebahagiaan tersendiri bagi personel Satgas...