Telur Masih Dipasok dari Luar, Aspater Asap Diharap Lebih Produktif

Published on

MANOKWARI,Linkpapua.com – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Papua Barat mendorong Asosiasi Peternak Ayam Petelur Anak Asli Papua (Aspater Asap) lebih produktif. Dengan produktivitas yang lebih baik, Papua Barat diharap tak lagi memasok telur dari luar provinsi.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Hendrikus Fatem saat membuka musda Aspater Asap di aula Kantor Dinas Peternakan Papua Barat, Selasa (18/12/2024).

Faten mengatakan, tujuan diadakannya musyawarah daerah ini sebagai bentuk perlindungan pemerintah kepada Aspater Asap dalam menjalankan usahanya. Selain itu pemerintah juga berkewajiban membemberdayakan anak asli Papua dalam peternakan unggas.

“Dengan musda juga memberikan penguatan dalam menjalankan usaha peternak ayam petelur. Mengingat kebutuhan telur di Papua Barat masih didominasi oleh impor dari daerah luar. Sehingga menjadi penting bagi pemerintah untuk melaksanakan musda ini,” ujarnya.

Baca juga:  Dugaan Gratifikasi Viral di TikTok, Kejati Papua Barat Bebas Tugaskan Oknum Jaksa-Tata Usaha Kejari Manokwari

Disebutkan bahwa selain menyusun AD ART, dalam musda juga akan merancang program kerja yang akan dilaksanakan. Agenda utama musda adalah pembentukan pengurus Aspater Asap.

Fatem berharap dengan dibentuknya asosiasi ini dapat mendukung pemerintah dalam menjawab kebutuhan telur. Selain itu juga sebagai sarana dalam memberdayakan anak asli Papua menuju kemandirian dan kesejahteraan.

“Diketahui bahwa sektor peternakan adalah sektor penunjang dalam memenuhi ketahanan pangan. Sektor ini juga memiliki nilai ekonomis yang strategis,” katanya.

Baca juga:  Stok Minyak Goreng Curah Kosong, Satgas Pangan Polda PB: Harga Pangan Stabil

Fatem juga menuturkan hasil daging peternakan di tahun 2023 mencapai 5.100 ton. Sementara untuk telur mencapai 8.500. Namun produksi ini belum bisa menjawab kebutuhan masyarakat di Papua Barat.

Sementara itu salah satu peternak ayam petelur, Yafet Valentinus Wainarisi mengatakan bahwa Aspater Asap diperuntukkan secara khusus bagi anak asli Papua berdasarkan amanat UU Otonomi Khusus. Dalam UU Otonomi Khusus disebut bahwa pemerintah wajib melakukan pemberdayaan terhadap peningkatan ekonomi kerakyatan bagi anak asli Papua.

“Dengan diadakannya musda ini kami harapkan menjadi perhatian bagi pemerintah dalam peningkatan ekonomi masyarakat Papua,” ujarnya.

Baca juga:  Trend Gangguan Kantibmas di Papua Barat Meningkat Sepanjang Tahun 2023

Wainarisi juga menuturkan bahwa telah terbentuk Pergub No 18 tahun 2023 tentang perizinan usaha orang asli Papua. Berdasarkan peraturan itulah asosiasi ini di bentuk.

Wainarisi berharap asosiasi ini menjadi percontohan dalam pengelolaan manajemen ekonomi kreatif dan profesional. Sehingga asas manfaat peningkatan ekonomi masyarakat bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Wainarisi menyebut, pihaknya juga sudah memiliki program setelah terbentuknya pengurus Aspater. Program itu yakni 6 manajemen sukses peternak ayam petelur.

Dirinya meyakini, ini akan menjadi program stategis Aspater dalam upaya pemberdayaan 50 peternak ayam petelur di Papua Barat.(LP14/red)

Latest articles

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi motor utama perekonomian daerah, tetapi belum sepenuhnya memperkuat fiskal dan...

More like this

Lewat Duta Muda EduTour, BPJS Kesehatan Perkuat Literasi JKN di Kalangan Pelajar

MANOKWARI, LinkPapua.id – BPJS Kesehatan Cabang Manokwari memperkuat literasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)...

PI 10 Persen Tak Kunjung Cair, Gubernur Papua Barat Desak Pemerintah Pusat Percepat Hak Migas Daerah

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendesak pemerintah pusat mempercepat realisasi participating...

Waktu Makin Sempit, Wagub Papua Barat Minta OPD Gercep Tindak Lanjuti Perubahan APBD

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani meminta organisasi perangkat daerah...