Temuan BPK di Sejumlah OPD, Gubernur Papua Barat Minta Segera Dituntaskan

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menegaskan bahwa seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang mendapat temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) harus segera menindaklanjuti hasil audit. Dia meminta agar anggaran yang menjadi temuan segera disetorkan ke kas daerah sebelum libur Lebaran Idulfitri 1446 H/2025 M.

“Menurut laporan BPK hari Senin lalu ada beberapa OPD yang memiliki temuan di tahun 2024 dan belum ditindaklanjuti. Maka, hari ini saya perintahkan agar OPD tersebut memperhatikan dan segera secepat mungkin menyelesaikannya,” ujar Dominggus saat memimpin apel di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (24/3/2025).

Baca juga:  Gubernur Papua Barat Serahkan 2 Motor untuk Pelayanan GKI Hatam Moile Meach

Dominggus menyoroti bahwa kelalaian OPD dalam mengelola anggaran berdampak pada menurunnya opini BPK terhadap keuangan Papua Barat. Menurutnya, sebelumnya Papua Barat mampu mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama lima tahun berturut-turut, tetapi pada 2023 turun menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

“Sebelumnya, zaman almarhum Bapak Abraham 2016 kita WTP kemudian saya lanjutkan lima tahun kita WTP. Namun, 2023 turun satu tingkat menjadi WDP. Saya minta agar kita semua memperhatikan ini, kita yang berada di provinsi ini harus menjadi contoh di kabupaten-kabupaten, maka jangan kita lalai. Jika temuan ini diselesaikan dan uangnya disetor ke kas, maka uang ini dapat digunakan di APBD perubahan 2026,” katanya.

Baca juga:  Dance Sangkek Minta Masyarakat Dukung Uji Kompetensi yang Dilakukan Pj Gubernur PB

Dominggus juga menyinggung kendala yang dihadapi BPK dalam pemeriksaan keuangan daerah. Dia menyayangkan penggunaan sistem manual dalam administrasi keuangan setelah sebelumnya Papua Barat telah menerapkan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) sejak 2020.

Baca juga:  Mugiyono Siap Dampingi Hermus Wujudkan Visi dan Misi Kepala Daerah

“Tahun 2020 kita sudah pakai sistem SIPD dan sekarang kita turun kelas menjadi manual. Ini menjadi tanda tanya kenapa bisa jadi manual?” ucapnya.

Dia khawatir, dengan sistem manual, hanya segelintir orang yang mengetahui alur keuangan daerah, sehingga rawan penyimpangan. “Ini yang harus kita benahi,” tegasnya. (LP14/red)

Latest articles

Lagu Jawa Jadi Tantangan, Kontingen Maluku Tetap Tampil Maksimal di Pesparawi...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Kontingen Provinsi Maluku mengaku telah menampilkan kemampuan terbaik pada ajang Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat. Tim juga menyebut tantangan...

More like this

Lagu Jawa Jadi Tantangan, Kontingen Maluku Tetap Tampil Maksimal di Pesparawi Nasional

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kontingen Provinsi Maluku mengaku telah menampilkan kemampuan terbaik pada ajang Pesparawi...

Polda Papua Barat Ungkap 20 Kasus Narkoba Selama Semester I 2026, Sita Sabu dan Ganja

MANOKWARI, Linkpapua.id – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Papua Barat mencatat keberhasilan mengungkap 20...

Kontingen Jambi Puas Tampil di Pesparawi Nasional, Yakin Raih Emas

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kontingen Provinsi Jambi mengaku puas dengan penampilan pada kategori musik gereja...