Polda NTT Periksa Plt Direktur Perusda Bintuni di Kasus BBM Ilegal

Published on

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Polda NTT memeriksa Plt Direktur Perusda Bintuni Maju Mandiri (BMM), Yacob Kainama alias Valen, terkait kasus penjualan BBM subsidi dari Kapal SPOB Sisar Matiti 01. Valen diperiksa dua hari oleh penyidik Direktorat Reskrimsus.

“Sudah, sudah diperiksa. Saat ditanya, (Yacob Kainama) mengaku tidak terlibat. Tapi, kita cari lewat bukti-bukti,” kata Direktur Krimsus Polda NTT Kombes Pol Hans Rachmatulloh Irawan, Jumat (26/9/2025).

Polisi sebelumnya telah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah HK selaku kapten kapal dan SF selaku kepala kamar mesin.

Hans menyebut keduanya terbukti mengetahui dan terlibat aktif dalam pengisian serta penjualan BBM subsidi. Dari kapal, polisi menyita 180 ribu liter BBM biosolar.

Baca juga:  Pj Gubernur Papua Barat Resmikan Aula Husni Kamil Manik KPU Papua Barat

SPOB Sisar Matiti 01 diketahui aset milik Perusda BMM yang dibeli pada 2017 seharga Rp 7,7 miliar. Namun, sejak beroperasi kapal ini belum pernah memberikan kontribusi PAD ke Pemkab Teluk Bintuni.

Pada 2 Agustus 2025, Ditkrimsus Polda NTT menangkap awak kapal yang diduga melakukan transaksi BBM ilegal di perairan Labuan Bajo.

“Kapal diamankan. Dari pemeriksaan menunjukkan 180 ribu liter BBM biosolar di dalam kapal, padahal kapasitas seharusnya 220 ribu liter. Artinya sekitar 40 ribu liter diduga telah dijual secara ilegal,” jelas Hans.

Baca juga:  Penutupan Turnamen Sepak Bola, Ketua Karang Taruna Biryosi Berharap Pj Gubernur Hadir

Dari penjualan itu, polisi memperkirakan keuntungan mencapai Rp 1,8 miliar. BBM dijual dengan harga Rp 16 ribu hingga Rp 18 ribu per liter kepada kapal-kapal pinisi di Labuan Bajo.

Hans menyebut penyidik masih mendalami kasus penjualan BBM subsidi ini. Dia menyebut kemungkinan tersangka baru bisa muncul seiring perkembangan penyidikan.

“Nanti pasti kita sampaikan lagi,” tukasnya.

Sementara itu, Valen membenarkan dirinya diperiksa penyidik selama dua hari. Dia datang ke Mapolda NTT pada 16 September 2025.

“Besoknya saya diperiksa lagi. Jadi, dua hari. Saya ditanya bagaimana proses kontraknya. Kenal dengan penyewa kapal seperti apa? Saya sudah jelaskan semua,” ungkapnya.

Baca juga:  Hari Juang TNI AD, Pangdam Kasuari Pimpin Aksi Tanam Pohon di Manokwari

Valen menjelaskan kapal SPOB Sisar Matiti 01 telah disewakan kepada Bugi Martono, pengusaha minyak asal Jakarta sejak tahun lalu. Penyewaan dilakukan lewat perantara Budiman, eks manajer Perusda BMM, dengan biaya Rp 100 juta per bulan.

Valen mengaku tidak pernah mendapat laporan soal aktivitas kapal saat disewakan. Dia baru mengetahui adanya dugaan penjualan BBM subsidi setelah menerima surat panggilan dari Polda.

“Saya tahu setelah dapat surat panggilan dari Polda. Baru saya tahu kalau kapal ini bermasalah,” akunya. (LP5/red)

Latest articles

Ketua BP3OKP Papua Barat Dorong Kemandirian Ekonomi: Jangan Andalkan Dana Transfer!

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Ketua Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) RI Perwakilan Papua Barat, Irene Manibuy, mendorong masyarakat Papua membangun kemandirian ekonomi...

More like this

Sepertiga Warga Pegaf Masuk Kategori Miskin, Tertinggi di Papua Barat

MANOKWARI, LinkPapua.id – Hampir sepertiga warga Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) masuk kategori miskin dengan...

Maju Sebagai Calon Ketum KONI Papua Barat, Mola Resmi Kembalikan Berkas Pencalonan

MANOKWARI, Linkpapua.id – Berkas Pendaftaran bakal calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua...

Yosias Saroy Resmi Serahkan Berkas Pencalonan Ketua KONI Papua Barat

MANOKWARI, Linkpapua.id – Bakal calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat, Yosias...