Pasar Sanggeng Manokwari Jadi Harapan Mama-Mama Papua Lepas dari Panas dan Hujan

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pembangunan Pasar Sanggeng di Manokwari, Papua Barat, disambut antusias para pedagang asli Papua. Pasar ini menjadi harapan baru bagi mama-mama Papua agar bisa berjualan di tempat yang layak, terlindungi dari panas, hujan, dan risiko di pinggir jalan.

Salah satu pedagang, Bertha Wanggai, berharap pasar yang baru selesai dibangun ini benar-benar diprioritaskan untuk mengakomodasi pedagang asli Papua. Selama ini, banyak mama-mama Papua berjualan di lokasi terbuka seperti kawasan Borobudur hingga di pinggiran Jalan Sanggeng.

Baca juga:  Pj Gubernur Ali Baham Harap Papua Barat Ukir Prestasi Lebih Baik di PON XXI

“Kami hanya duduk di pinggir jalan karena tidak ada tempat lain. Kadang hujan, panas, bahkan diusir. Dengan pasar baru ini, kami ingin benar-benar ditempatkan di dalam, bukan dibiarkan berjualan di luar lagi,” kata Bertha, Rabu (26/11/2025).

Bertha menegaskan pasar yang telah selesai dibangun harus segera dioperasikan secara benar untuk mengakomodasi mama-mama Papua terlebih dahulu. Menurutnya, pedagang asli Papua perlu diprioritaskan agar mereka merasakan penghargaan atas usaha yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.

Baca juga:  Samsul Hadi Sambut Baik Revitalisasi Pasar Sanggeng

“Mama-mama Papua harus dinomorsatukan dulu. Setelah kami dapat tempat yang layak, barulah pedagang yang lain bisa masuk supaya semua seimbang,” tuturnya.

Dia juga menilai penataan harus dilakukan secara konsisten oleh pemerintah daerah. Pasar yang sudah dibangun, menurutnya, tidak boleh dibiarkan kosong sementara mama-mama tetap menyebar di luar.

“Harapan kami, setelah pasar ini benar-benar dibuka, tidak ada lagi mama-mama yang dibiarkan berjualan di luar. Semua harus diarahkan masuk supaya tertib dan aman,” tuturnya.

Baca juga:  Kejagung Selesaikan Kasus Kekerasan di Kaimana lewat Jalur Restorative Justice

Bertha menambahkan mama-mama Papua ingin kepastian, bukan sekadar janji. Pasar baru dianggap sebagai simbol penghargaan terhadap peran perempuan Papua dalam ekonomi rakyat.

“Jangan hanya bangun pasar tapi kami tetap di trotoar. Itu yang kami tidak mau lagi. Kami ingin tempat yang aman, layak, dan menghargai kami sebagai mama-mama Papua,” ucapnya. (LP14/red)

Latest articles

Koperasi Merah Putih Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Pedesaan di Teluk...

0
TELUK BINTUNI, Linkpapua.id– Kabupaten Teluk Bintuni resmi memasuki babak baru penguatan ekonomi kerakyatan. Hal ini ditandai dengan peresmian dan pengoperasian 1.061 unit Koperasi Merah...

More like this

Koperasi Merah Putih Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Pedesaan di Teluk Bintuni

TELUK BINTUNI, Linkpapua.id– Kabupaten Teluk Bintuni resmi memasuki babak baru penguatan ekonomi kerakyatan. Hal...

Wabup Bintuni Buka Palang Gelanggang Argosigemerai Usai Ribut Suporter, Sebyar Cup Digelar Lagi

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Wakil Bupati (Wabup) Joko Lingara membuka pemalangan Gelanggang Alun-Alun Argosigemerai...

290 Rider Trabas Jalur ‘Jelajah Bumi Wapramasi’ Perayaan 1 Dekade SPMX

MANOKWARI, LinkPapua.id - Sebanyak 290 rider motor trail mengikuti kegiatan trabas bertajuk Jelajah Bumi...