BMP2I Apresiasi Gubernur Papua Tolak Izin Lanjutan PSN Sawit Nasional

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – DPP Barisan Masyarakat Pengembangan Peningkatan Pembangunan Indonesia (BMP2I) Papua Barat memuji ketegasan Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri yang menyetop izin lanjutan Proyek Strategis Negara (PSN) kelapa sawit. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah berani untuk melindungi tanah ulayat dan hak masyarakat adat di Tanah Papua.

“Terima kasih Gubernur Papua yang tidak memberikan izin lanjutan program kepala sawit di Papua. Kami sangat anjungan jempol dan memberi apresiasi setinggi-tingginya,” ujar Sekretaris Umum DPP BMP2I Papua Barat, Markus Fatem, dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).

Baca juga:  BMP2I Papua Barat Dukung Hendrikus Fatem Jadi Penjabat Bupati Maybrat

Markus menyebut apresiasi tinggi layak diberikan karena Gubernur Fakhiri dianggap sangat memahami aspirasi rakyat kecil. Dia menilai keputusan tersebut membuktikan bahwa keberlangsungan lingkungan lebih utama dibanding ekspansi investasi besar.

“Seharusnya para gubernur-gubernur, bupati/wali kota, yang ada di Papua dapat melihat dan meniru gaya kemimpinan Gubernur Papua yang tidak memberikan izin lanjutan PSN perkebunan sawit sebab akan menimbulkan gelobang penolakan dari masyarakat adat dan orang asli Papua,” katanya.

Baca juga:  Dukung Pemekaran DOB, BMP2I Papua Barat: Idealnya Papua Punya Tujuh Provinsi

Kebijakan Gubernur Papua ini diharapkan menjadi standar bagi seluruh kepala daerah lain agar tidak sembarangan melepas lahan kepada investor. Markus mengingatkan bahwa pemaksaan izin kelapa sawit hanya akan memicu gejolak sosial.

Aktivis NGO ini memandang sikap Gubernur Papua sebagai sinyal kuat bagi pemodal agar lebih menghormati hak kedaulatan tanah di Papua. Menurutnya, langkah ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk memberikan proteksi terhadap hutan dan masa depan generasi Papua.

Baca juga:  Penangkapan Pj Bupati Sorong, Markus Fatem: Pejabat Papua Setop Curi-curi Uang Rakyat!

BMP2I Papua Barat berkomitmen mengawal kebijakan ini agar tetap konsisten dijalankan di seluruh tingkatan pemerintahan. Mereka berharap perlindungan terhadap wilayah adat menjadi prioritas utama bagi setiap pemimpin yang ada di wilayah timur Indonesia. (*/red)

Latest articles

‎BPJS Kesehatan: Rp5,1 Triliun Dana Bantuan JKN Terpakai Bayar Klaim

0
JAKARTA, LinkPapua.id - BPJS Kesehatan telah menggunakan Rp5,1 triliun dari dana bantuan pemerintah sebesar Rp10 triliun untuk membayar klaim fasilitas kesehatan dalam program Jaminan...

More like this

‎JMSI Papua Barat Beri Mandat Pembentukan Pengurus Cabang di Teluk Bintuni

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Papua Barat memberi mandat...

‎Gubernur Papua Barat Sambut Dubes Afsel di Manokwari, Bahas Kerja Sama Pariwisata-Perdagangan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyambut Duta Besar Afrika Selatan (Afsel)...

‎MRP Papua Barat Tolak Pemotongan DBH Migas Otsus 81,56 Persen, Desak Buka Dasar Hitungan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat mempersoalkan penurunan alokasi Dana Bagi...