Dinkes Papua Barat Akui Kartu PBS Bantu Akses Kesehatan OAP, tapi Perlu Evaluasi

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua Barat menyebut program Kartu Papua Barat Sehat (PBS) sangat membantu akses pengobatan bagi orang asli Papua (OAP). Namun, pemerintah daerah kini tengah menggodok evaluasi regulasi agar penyaluran manfaatnya lebih merata di seluruh rumah sakit.

“Dengan Papua Barat Sehat, kami bisa membiayai operasi-operasi yang tidak dijamin BPJS, khususnya bagi orang asli Papua,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Alwan Rimosan, di Kantor Gubernur, Jumat (9/1/2026).

Baca juga:  Tekan Pengangguran, DPRP-Pemprov Papua Barat Bahas Perda Pemberdayaan Pekerja OAP

Alwan menjelaskan program prioritas ini menjadi solusi bagi tindakan medis yang tidak masuk dalam tanggungan BPJS Kesehatan. Lonjakan rujukan pasien ke luar daerah tercatat meningkat tajam sepanjang periode November hingga Desember 2025.

“Seluruh biaya rujukan ditanggung pemerintah provinsi, mulai dari pasien sampai penunggu pasien,” katanya.

Tercatat ada 18 pasien pengidap kanker hingga penyakit dalam yang telah dirujuk ke luar daerah menggunakan skema PBS. Kendati demikian, Alwan menilai regulasi yang ada saat ini masih perlu dipertajam agar lebih konkret secara operasional.

Baca juga:  Ketentuan Baru di Papua Barat: Arfak-Maybrat Prioritas, Vaksinasi Jadi Imunisasi

“Di tahun 2026 ini kami akan memperbaiki regulasinya supaya semua rumah sakit di Papua Barat bisa terlayani Papua Barat Sehat,” ucapnya.

Langkah perbaikan ini bertujuan agar akses layanan kesehatan tidak hanya terpusat pada rumah sakit tertentu saja. Seluruh rumah sakit yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan nantinya secara otomatis dapat mengakses biaya pelengkap dari PBS.

“Selain layanan rujukan, PBS juga menanggung biaya kedukaan bagi pasien yang meninggal saat dirujuk,” jelasnya.

Baca juga:  Yuk Segerakan! Balitbangda Papua Barat Siap Dampingi Masyarakat Daftarkan HaKI

Sejauh ini, daerah seperti Fakfak, Kaimana, dan Teluk Bintuni tercatat paling aktif mengirimkan pasien rujukan. Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh OAP yang berjumlah sekitar 350 ribu jiwa mendapatkan perlindungan kesehatan ganda.

“Sekitar 350 ribu jiwa atau 98 persen dari total 570 ribu penduduk Papua Barat sudah terakomodir BPJS. Khusus OAP, perlindungannya dilengkapi dengan Kartu Papua Barat Sehat,” pungkasnya. (LP14/red)

Latest articles

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi motor utama perekonomian daerah, tetapi belum sepenuhnya memperkuat fiskal dan...

More like this

Lewat Duta Muda EduTour, BPJS Kesehatan Perkuat Literasi JKN di Kalangan Pelajar

MANOKWARI, LinkPapua.id – BPJS Kesehatan Cabang Manokwari memperkuat literasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)...

PI 10 Persen Tak Kunjung Cair, Gubernur Papua Barat Desak Pemerintah Pusat Percepat Hak Migas Daerah

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendesak pemerintah pusat mempercepat realisasi participating...

Waktu Makin Sempit, Wagub Papua Barat Minta OPD Gercep Tindak Lanjuti Perubahan APBD

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani meminta organisasi perangkat daerah...