MANOKWARI, LinkPapua.id – Perkumpulan Mobil Profil Mei Ewusi di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menertibkan penjual air bersih yang belum terdaftar dalam organisasi tersebut. Penertiban melibatkan aparat Polresta Manokwari dan Koramil Kota.
“Tujuan utama penertiban hari ini adalah edukasi, memberitahukan kepada teman-teman mobil profil yang lain yang belum terdaftar untuk kemudian bisa bergabung bersama-sama dengan kami,” ujar Ketua Perkumpulan Mobil Profil Manokwari Jefri Daniel Miosido, Jumat (6/11/2026).
Jefri menegaskan kegiatan tersebut bukan sweeping, melainkan upaya mengedukasi penjual air agar bergabung dengan perkumpulan. Organisasi itu dibentuk pada 2020 setelah para penjual air mengeluhkan harga yang tidak seragam sejak 2017-2018.
Saat itu, harga satu profil air berkisar Rp40.000, Rp50.000, hingga Rp60.000. Para penjual kemudian membentuk perkumpulan yang memiliki akta notaris, terdaftar di Kesbangpol, serta mengantongi surat bebas sengketa dari Pengadilan Negeri Manokwari.
Pada 2026, perkumpulan menetapkan harga air Rp90.000 untuk wilayah dalam kota setelah mempertimbangkan kenaikan harga BBM dan kubikasi air. Penetapan harga tersebut dilakukan melalui rapat dan musyawarah anggota.
“Contohnya, dari Taman Ria ke Sowi Gunung, Soribo, Wosi, hingga Sanggeng, maupun dari Depot Pengisian Kampung Baru ke Amban, Wawi, dan Reremi, semuanya dipatok Rp90.000. Harga itu diputuskan melalui rapat dan musyawarah bersama anggota,” jelasnya.
Jefri mengatakan jumlah penjual air meningkat setelah kemarau panjang. Dari awalnya sekitar 30 orang, kini penjual bertambah karena sejumlah pemilik mobil angkutan barang dan mobil pelabuhan ikut beralih menjual air.
“Merekalah yang kemudian merusak harga yang sudah kami tetapkan itu,” katanya.
Jefri khawatir penjual baru akan meninggalkan usaha air saat musim hujan kembali tiba. Karena itu, perkumpulan memutuskan melakukan penertiban untuk mengajak mereka bergabung.
Perkumpulan berkoordinasi dengan Polres Manokwari dan Koramil Kota agar kegiatan tersebut dikawal aparat keamanan. Jefri mengapresiasi keterlibatan kedua institusi tersebut.
“Kami sangat berterima kasih untuk kedua institusi negara ini yang boleh bersama-sama dengan kami di hari ini,” ucapnya.
Penertiban menyasar depot pengisian air di Rendani, Taman Ria, dan Kampung Baru. Di Rendani, kegiatan berlangsung sekitar 1 jam dan menghasilkan 6 penjual baru yang menyatakan bersedia bergabung setelah mendapat penjelasan mengenai manfaat perkumpulan.
Selain sopir mobil profil, perkumpulan juga merangkul pemilik depot pengisian air. Jefri mengatakan organisasi tersebut dibentuk untuk membangun kebersamaan dan memberikan kepastian, termasuk memastikan air yang dijual benar-benar bersih.
Dia berharap seluruh pengusaha air di Manokwari, baik pemilik depot maupun sopir mobil profil, bergabung dalam perkumpulan. Organisasi yang telah berjalan lebih dari 5 tahun itu juga mengharapkan dukungan dan pembinaan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.
“Kami sangat mengharapkan bantuan dan support ataupun juga kerja sama dari pihak pemerintah daerah, sehingga bisa menopang kami, membimbing ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.
Perkumpulan berencana menggelar audiensi dengan pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, dan Bapenda. Rencana tersebut mengikuti saran dari pihak kepolisian. (*/red)












