Bahasa Papua Terancam Globalisasi, Prof Hugo Warami Dorong Linguistik Mitigasi Sosial

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Rektor Universitas Papua (UNIPA) Prof Hugo Warani yang dikukuhkan jadi guru besar menyoroti ancaman globalisasi terhadap eksistensi bahasa daerah di tanah Papua yang kini mulai meredup. Dia mendorong penggunaan linguistik antropologi dan forensik sebagai instrumen mitigasi sosial untuk mencegah konflik serta menjaga harmoni di tengah masyarakat multietnik.

“Generasi muda memang harus akrab dengan dunia global, tetapi ketika keakraban intraetnik melemah, bahasa dan budaya lokal perlahan meredup,” kata Prof Hugo dalam orasi ilmiah pengukuhan guru besar di Aula Utama UNIPA, Manokwari, Rabu (14/9/2026).

Baca juga:  Kementerian Kehutanan Minta Maaf ke Masyarakat Papua soal Mahkota Cenderawasih

Menurutnya, arus informasi global melalui media elektronik telah memicu pergeseran nilai dan cara hidup masyarakat lokal. Kondisi ini dikhawatirkan menggerogoti ruang mental kelokalan yang membuat warga tercerabut dari akar budayanya sendiri.

“Bahasa adalah rumah identitas. Ketika bahasa melemah, identitas pun perlahan terkikis,” tegasnya.

Prof Hugo menyebut bahasa memiliki peran sentral sebagai pilar pemersatu sekaligus cermin jati diri yang tidak boleh diabaikan. Keanekaragaman budaya merupakan kekayaan besar yang menyimpan sejarah serta pengetahuan lintas generasi.

Baca juga:  Unipa Cetak 240 Lulusan Baru, Rektor: Siap Bangun SDM Papua

“Ilmu pengetahuan harus bermakna bagi kehidupan sosial. Linguistik tidak boleh berhenti di ruang kelas atau jurnal, tetapi harus hadir menjawab persoalan masyarakat multietnik,” ujarnya.

Dia menilai ilmu linguistik harus bertransformasi menjadi solusi praktis untuk menjembatani perbedaan di tengah masyarakat. Hal ini diperlukan agar keberagaman bahasa di Indonesia tetap menjadi fondasi nyata semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

“Linguistik bukan sekadar ilmu bahasa, tetapi alat mitigasi sosial untuk merawat harmoni dan menghindari sisi kelam keberagaman,” ucapnya.

Baca juga:  1 Tahun PKBM Kasih Rumbai Koteka Bintuni : Kini Tampung Ratusan Anak Putus Sekolah

Eksplorasi terhadap keberagaman budaya saat ini membutuhkan ranah keilmuan yang mampu membangun ruang saling memahami. Pendekatan linguistik strategis menjadi keniscayaan untuk meredam potensi ketegangan sosial di wilayah Papua.

Kekayaan 720 bahasa daerah di Indonesia kini sedang menghadapi tekanan serius dari arus penyeragaman cara hidup global. Prof Hugo menegaskan mitigasi melalui jalur keilmuan bahasa adalah pilihan mutlak demi masa depan Papua. (LP14/red)

Latest articles

DPRK Teluk Wondama Setujui Pertanggungjawaban APBD 2025, Minta Pemkab Benahi PAD

0
TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – DPRK Teluk Wondama, Papua Barat, menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2025 menjadi peraturan daerah. Meski...

More like this

KPK Ajak Mahasiswa Kawal Dana Otsus Papua, Tekankan Peran Kampus Cegah Korupsi

JAYAPURA, LinkPapua.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak mahasiswa di Papua mengawal pengelolaan Dana...

KPK Perkuat Pengawasan Dana Otsus Papua, Dorong Tata Kelola Transparan-Akuntabel

JAYAPURA, LinkPapua.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkuat pengawasan pengelolaan Dana Otonomi Khusus (Otsus)...

DPRK Manokwari Bakal Gelar RDP Tindak Lanjuti Aspirasi Orang Tua Calon Siswa SMAN 1

MANOKWARI, Linkpapua.id – Puluhan calon siswa yang belum diterima di SMA Negeri 1 Manokwari...