Kemendagri Rapat di Manokwari, Sentil Pengelolaan Dana Otsus Papua Barat

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyentil tata kelola Otonomi Khusus (Otsus) di Papua Barat yang tidak boleh hanya fokus pada besarnya anggaran. Pemerintah daerah diingatkan agar penggunaan dana Otsus benar-benar berdampak nyata pada peningkatan taraf hidup orang asli Papua (OAP).

“Ukuran keberhasilan Otsus tidak berhenti pada aspek regulasi dan besaran anggaran, tetapi pada sejauh mana kebijakan ini berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Papua,” tegas Sekretaris Ditjen Otda Kemendagri, Indra Gunawan, saat rapat di Manokwari, Rabu (25/2/2026).

Baca juga:  Pemprov Papua Barat Perkuat Akses OAP dalam Proyek Pengadaan Pemerintah

Indra menjelaskan bahwa tujuan utama Otsus adalah pemerataan pembangunan dan penghormatan hak-hak dasar warga lokal. Dia menekankan pentingnya penerapan tata kelola pemerintahan yang baik agar dana tersebut tidak salah sasaran.

“Dari sisi kebijakan, perangkat hukumnya sudah lengkap. Yang perlu terus dimonitor adalah optimalisasi pemanfaatan sumber daya, khususnya finansial. Apakah pilihan program dan alokasi anggaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat?” ujarnya.

Pemerintah kini menekankan lima pilar utama dalam skema tata kelola baru melalui UU Nomor 2 Tahun 2021. Salah satunya adalah pengelolaan dana yang berbasis pada hasil nyata atau output dan outcome bagi masyarakat.

Baca juga:  Tunggu Petunjuk Kemendagri, DPR Papua Barat Segera Isi Kursi Wakil Ketua IV

“Fasilitasi yang intensif dan berkelanjutan menjadi kunci. Tanpa itu, tata kelola baru hanya akan menjadi konsep di atas kertas,” ucap Indra menegaskan kembali pentingnya pengawasan.

Kemendagri juga menyoroti perlunya sinergi antara pusat dan daerah melalui Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP) 2022–2041. Fokus utama pembangunan ini diarahkan pada misi Papua Cerdas, Papua Sehat, dan Papua Produktif.

Baca juga:  Kanwil Kemenkum Papua Barat Publish Capaian Kinerja di semester Pertama tahun 2025

Indra mengingatkan jika pembinaan tidak dilakukan secara konsisten, implementasi Otsus berisiko terjebak pada lemahnya koordinasi. Rendahnya serapan anggaran yang berkualitas masih menjadi persoalan klasik yang harus segera dibenahi di lapangan.

Rapat strategis ini turut membahas penyusunan rencana aksi pembangunan untuk lima tahun ke depan. Publik kini menunggu pembuktian pemerintah daerah dalam menjawab ketimpangan kesejahteraan di tanah Papua. (LP14/red)

Latest articles

Gubernur Akpol Himpun Pengalaman Perwira Remaja untuk Evaluasi Kurikulum

0
MANOKWARI, Linkpapua.id- Polda Papua Barat melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) dan para Perwira Remaja Akpol yang berdinas di...

More like this

Job Fair Papua Barat 2026 Pakai Dana Otsus, Disnakertrans Minta Perusahaan Prioritaskan OAP

MANOKWARI, LinkPapua.id – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Papua Barat meminta perusahaan peserta...

Job Fair Papua Barat Buka 643 Lowongan, Pemprov Tekankan Jangan Berhenti di Seremoni

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani membuka Job Fair 2026...

BP3OKP Papua Barat Sebut Pemekaran Tak Boleh Sekadar Bagi Wilayah, Singgung Kesiapan SDM-Ekonomi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Papua Barat mengingatkan...