Keluarga Dominggus Mandacan Bantu Pembangunan Gereja di Pegaf Rp10 Juta-300 Sak Semen

Published on

PEGAF, LinkPapua.id – Keluarga Dominggus Mandacan menyalurkan bantuan berupa uang tunai senilai Rp10 juta serta 300 sak semen untuk mendukung pembangunan Gereja GPKAI Eklesia Ullong di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf). Pemberian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian nyata dalam mempercepat penyediaan sarana ibadah yang layak bagi masyarakat di Kampung Imbai.

“Saya berharap pembangunan gedung gereja ini dapat berjalan lancar hingga nantinya diresmikan dan digunakan oleh jemaat,” ujar Dominggus yang juga Gubernur Papua Barat saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gereja, Sabtu (14/3/2026).

Dominggus menjelaskan pemerintah provinsi terus berkomitmen untuk memberikan dukungan bagi pembangunan rumah ibadah di berbagai pelosok daerah. Upaya tersebut dipandang sangat penting guna memperkuat fondasi kehidupan beragama dan keimanan di tengah masyarakat Papua Barat.

Baca juga:  Pj Gubernur Paulus Waterpauw Dijadwalkan Tiba di Manokwari 18 Mei

Selain bantuan dari keluarga Gubernur, Bupati Manokwari Selatan (Mansel) Bernard Mandacan juga turut menyerahkan bantuan dana sebesar Rp100 juta. Bernard juga menambah dukungan material berupa 50 sak semen untuk kelancaran proyek pembangunan gereja tersebut.

“Tanah Papua ini memiliki begitu banyak kekayaan alam dan telah diberkati Tuhan. Karena itu, kita yang mengelola harus menjadi berkat bagi semua orang,” kata Dominggus.

Baca juga:  Kaesang: Pembangunan Nasional Seharusnya Dimulai dari Papua

Dominggus menekankan agar setiap berkat dan kekayaan alam yang ada di Tanah Papua dapat dikelola dengan baik untuk kepentingan banyak orang. Ia berharap jemaat dapat segera memanfaatkan gedung baru tersebut sebagai pusat kegiatan rohani yang produktif.

Sementara itu, Bupati Bernard Mandacan menegaskan pentingnya menjaga persatuan di antara masyarakat Arfak yang tersebar di berbagai kabupaten. Dia menyebut warga Arfak di Mansel, Manokwari, Teluk Bintuni, hingga Teluk Wondama merupakan satu ikatan keluarga besar.

“Kita sebagai keluarga besar Arfak yang ada di Mansel, Manokwari, Bintuni dan Wondama adalah satu. Tidak ada kepentingan lain yang membuat kita terpisah. Kita ada untuk membangun tanah Arfak yang telah diberikan Tuhan ini,” tegas Bernard.

Baca juga:  Vaksinator dan Sarpras Siap, Vaksinasi COVID-19 Papua Barat tunggu Petunjuk Pusat

Bernard juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda agar senantiasa menjaga nilai-nilai budaya dan adat istiadat leluhur Arfak. Warisan budaya tersebut dinilai harus tetap lestari dan menjadi identitas yang kuat bagi generasi mendatang.

Masyarakat diajak untuk terus hidup berdampingan secara rukun serta menjaga toleransi antarumat beragama di wilayah Pegaf. Kehadiran gedung gereja yang baru nantinya diharapkan mampu meningkatkan kualitas ketaatan umat dalam beribadah. (LP14/red)

Latest articles

MUI: Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Agustusan Hukumnya Haram

0
JAKARTA, LinkPapua.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval agustusan, hukumnya haram dalam syariat Islam. MUI...

More like this

Kodam XVIII/Kasuari Siap Dukung Festival Raimuti Jadi Agenda Tahunan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kodam XVIII/Kasuari siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk melanjutkan Festival Raimuti...

Suami di Manokwari Laporkan Istri dan Oknum Komisioner KPU ke Polisi Dugaan Perzinaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Seorang suami berinisial R melaporkan istrinya, TJ, dan AM yang disebut...

Ekonomi Papua Barat Tumbuh 3,41 Persen, PDRB Tembus Rp21.113,16 Miliar

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ekonomi Papua Barat tumbuh 3,41 persen secara tahunan (year on year/y-on-y)...