Kadishut Papua Barat: Pengiriman Masohi Bukti Sukses Perhutani Sosial Mansel

Published on

MANSEL, LinkPapua.id – Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Papua Barat Jimmy Walter Susanto menyebut pengiriman perdana kulit masohi ke Surabaya, Jawa Timur, menjadi bukti nyata keberhasilan program perhutani sosial di Manokwari Selatan (Mansel). Program ini terbukti mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat tapak secara profesional.

“Salah satunya hutan Desa Yarmatum yang saat ini membuktikan bahwa perhutani sosial mampu menggerakkan ekonomi tapak secara profesional melalui pelepasan kulit masohi,” ujar Jimmy saat pelepasan pengiriman di Kampung Sabri, Distrik Ransiki, Mansel, Kamis (2/4/2026).

Baca juga:  Pemprov Papua Barat Percepat Revisi RTRW 2025-2044, Target Rampung 2026

Jimmy menjelaskan saat ini sudah terbentuk 15 kelompok perhutani sosial di Mansel yang telah mengantongi izin resmi dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Selain masohi, kelompok hutan Desa Yarmatum juga tengah mengembangkan potensi hasil hutan bukan kayu lainnya seperti kulit lawa.

“Pelepasan masohi hari ini adalah pintu masuk bagi pengembangan potensi HHBK, termasuk pemanfaatan jasa lingkungan pada perhutani sosial lainnya,” katanya.

Baca juga:  Pemberkasan 1.002 Honorer Pemprov Papua Barat Rampung, Tinggal Tunggu Penetapan

Potensi lain yang tengah digarap meliputi komoditas sagu, damar atau kopal, hingga wisata pemandian air panas. Seluruh potensi ini diyakini dapat menjadi pilar kesejahteraan masyarakat tanpa harus merusak kelestarian hutan.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan semua pihak dengan sinergi yang luar biasa,” ucap Jimmy.

Secara ekonomi, pengiriman 1,7 ton kulit masohi ini memberikan dampak signifikan dengan nilai transaksi mencapai Rp 85 juta. Proses pengiriman juga dipastikan telah melalui tahapan legalitas lengkap, termasuk pembayaran PNBP kepada negara.

Baca juga:  Wapres Ma'ruf Amin Datang Pekan Depan, Asisten III Papua Barat: Ingin Bertemu Masyarakat

Dishut Papua Barat pun terus mendorong percepatan penetapan hutan adat marga Bokoma di Distrik Tahota pada 2026 ini. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat pengakuan wilayah adat serta meningkatkan profesionalisme kelompok pengelola hutan sesuai aturan yang berlaku. (LP14/red)

Latest articles

Polres Mansel Gelar Operasi Jelang Temunas GPKAI, Amankan Pemobil Bawa Miras...

0
MANSEL, LinkPapua.id – Polres Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat menggelar operasi gabungan menjelang pelaksanaan Temu Nasional (Temunas) Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI). Dalam...

More like this

Sambut Pesta Sinoli x Torang Locavore 2026, BI Papua Barat Tekankan Pentingnya Data Berkualitas

MANOKWARI, Linkpapua.id- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat menggelar Media Briefing dalam...

Kerap Timbulkan Keresahan, Masyarakat Tolak Provokasi KNPB

PAPUA, linkpapua.id — Tokoh masyarakat adat Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Karmin Yikwa, mengajak masyarakat...

Pemprov Papua Barat Petakan Potensi Investasi, OAP Harus Jadi Pelaku Ekonomi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mematangkan peta potensi investasi daerah melalui...