MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menjalankan program bantuan pendidikan senilai Rp100 juta bagi mahasiswa orang asli Papua (OAP) yang menempuh jurusan kedokteran. Kebijakan ini memperluas jangkauan program Papua Barat Cerdas (PBC) untuk memperkuat layanan kesehatan di Bumi Kasuari.
“Program ini bagian dari Papua Barat Cerdas yang sudah berjalan sejak tahun lalu, namun khusus bantuan mahasiswa kedokteran baru dimulai tahun ini. Bagi mahasiswa OAP yang memiliki KTP Papua Barat yang saat ini sedang menempuh pendidikan di bangku perkuliahan boleh mendaftarkan,” ujar Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Rabu (29/4/2026).
Dominggus menjelaskan bantuan khusus kedokteran ini merupakan skema baru pada periode 2026. Sebelumnya, program PBC hanya menyasar bantuan seragam SMA/SMK serta dukungan pendidikan dasar hingga perguruan tinggi secara umum.
Pemprov Papua Barat menjamin bantuan ini menjangkau seluruh putra-putri daerah tanpa melihat lokasi universitas mereka. Mahasiswa yang sedang menempuh studi di berbagai wilayah tetap memiliki hak yang sama untuk mengakses dana pendidikan tersebut.
“Bagi mahasiswa OAP yang berkuliah di luar negeri juga bisa mendaftar,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat Barnabas Dowansiba memaparkan program ini bertujuan memenuhi kebutuhan tenaga medis di daerah. Pemerintah daerah ingin memastikan ketersediaan dokter yang siap melayani masyarakat di pelosok Papua Barat.
“Ini adalah upaya pemerintah untuk menyiapkan dokter yang nantinya siap mengabdi di Papua Barat,” jelas Barnabas.
Pendaftar wajib melampirkan persyaratan administrasi seperti KTP Papua Barat, NPWP, KK, rekening Bank Papua, hingga kartu mahasiswa. Selain itu, mahasiswa harus mengantongi IPK minimal 2,75 serta menyertakan proposal permohonan, RAB, KHS, surat aktif kuliah, dan surat pernyataan.
Barnabas menambahkan syarat khusus bagi mahasiswa kedokteran mengenai komitmen pascakuliah. Mereka wajib menandatangani surat pernyataan kesediaan untuk kembali ke kampung halaman setelah menyelesaikan pendidikan.
“Mahasiswa kedokteran harus membuat pernyataan bahwa setelah lulus akan kembali dan mengabdi di Papua Barat,” tegas Barnabas.
Pemerintah berharap skema bantuan ini mampu meningkatkan jumlah dokter lokal secara signifikan. Langkah strategis tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pelayanan kesehatan melalui tenaga medis asli daerah. (LP14/red)








