Mobil Diadang Pedemo, Gubernur Papua Barat Turun Temui Massa-Minta Tertib Sampaikan Aspirasi

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menemui langsung massa pengunjuk rasa penolak Proyek Strategis Nasional (PSN) dan militerisme. Dominggus turun dari kendaraannya setelah sempat diadang oleh para pedemo.

Peristiwa ini terjadi di pertigaan lampu merah Haji Bauw, Wosi, Manokwari, Kamis (7/5/2026) sore. Massa mencegat mobil dinas Gubernur saat sedang melintas di kawasan tersebut.

Baca juga:  Duga Ada "Permainan" di UPTD LPSE, Yan Cristian: Hentikan Tindakan Busuk yang Jatuhkan Citra Dominggus

“Bapak mau lewat, kalian silakan sampaikan aspirasi, sudah ada DPR dan MRP,” ujar Dominggus kepada massa aksi.

Dominggus menegaskan pemerintah tidak melarang penyampaian pendapat di muka umum. Namun, dia meminta massa tetap mengedepankan cara-cara yang damai.

“Saya minta kalian tetap tenang, jangan terpancing emosi dan anarkis,” katanya.

Baca juga:  Lepas Kontingen Porwanas Papua Barat, Pj Gubernur Sampaikan Sejumlah Pesan

Situasi di lokasi sempat memanas ketika massa berupaya melakukan aksi long march. Pihak kepolisian tidak memberikan izin sehingga memicu ketegangan antara aparat dan massa aksi.

Kericuhan akhirnya pecah di kawasan lampu merah Haji Bauw tersebut. Aparat kepolisian kemudian melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa dan mengendalikan situasi.

Sebelumnya, upaya mediasi sempat dilakukan oleh Wakil Ketua I DPRP Papua Barat Petrus Makbon dan Ketua MRPB Judson Ferdinandus Waprak. Namun, massa aksi menolak tawaran mediasi dari lembaga resmi tersebut.

Baca juga:  Gubernur : Presiden inginkan terobosan baru tata kelola Otsus

Imbas aksi ini, arus lalu lintas di pertigaan Haji Bauw lumpuh. Polisi mengalihkan kendaraan melalui jalur Wosi Dalam dan Jalan Pasir untuk mengurai kemacetan. (LP14/red)

Latest articles

MUI: Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Agustusan Hukumnya Haram

0
JAKARTA, LinkPapua.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval agustusan, hukumnya haram dalam syariat Islam. MUI...

More like this

Kodam XVIII/Kasuari Siap Dukung Festival Raimuti Jadi Agenda Tahunan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kodam XVIII/Kasuari siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk melanjutkan Festival Raimuti...

Suami di Manokwari Laporkan Istri dan Oknum Komisioner KPU ke Polisi Dugaan Perzinaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Seorang suami berinisial R melaporkan istrinya, TJ, dan AM yang disebut...

HUT ke-38 SMA 2 Manokwari, Hermus Dorong Alumni Perkuat Kontribusi untuk Daerah

MANOKWARI, Linkpapua.id- Bupati Manokwari Hermus Indou mendorong keluarga besar dan alumni SMA Negeri 2 Manokwari...