Pansus Papua DPD RI Bakal Kunjungi Maybrat-Timika Bahas Penyelesaikan Konflik

Published on

JAKARTA, LinkPapua.id – Panitia Khusus (Pansus) Papua DPD RI bakal mengunjungi Maybrat, Papua Barat Daya, dan Timika, Papua Tengah, untuk mendorong penyelesaian konflik keamanan dan kemanusiaan serta persoalan HAM di Papua. Kunjungan nanti menjadi bagian dari upaya Pansus menginventarisasi persoalan di Papua.

“Insyaallah akan dimulai pada tanggal 13 bulan ini, ke dua tempat. Pertama ke Maybrat, Sorong Selatan, dan kedua di Timika,” kata Ketua Pansus Papua DPD RI Yorrys Raweyai di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Pansus Papua DPD RI juga telah mengundang Komnas HAM untuk menyerap masukan terkait konflik yang terjadi di Papua. Selain persoalan HAM, Pansus juga akan membahas Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berkaitan dengan Papua.

Baca juga:  Makan Bergizi Gratis Tetap Disalurkan Saat Ramadan, Sekolah Non-muslim Tak Berubah

“Ini bukan hanya masalah pelanggaran HAM saja, tapi PSN (Proyek Strategis Nasional), jadi ada dua tugas. Kami mulai dulu dengan pelanggaran HAM, kita panggil bapak-bapak TNI, kemudian melihat konflik di sana,” ujarnya.

Yorrys mengatakan Pansus Papua DPD RI telah menginventarisasi seluruh persoalan di Papua, baik pelanggaran HAM maupun PSN. Pansus selanjutnya akan mengundang kementerian dan lembaga terkait untuk mendengarkan berbagai masukan.

Baca juga:  Gubernur DKI Terima Usulan PWI Pusat, Jakarta Tuan Rumah HPN 2021

“Kami bukan eksekutor, kami hanya bisa memberikan rekomendasi kepada pemerintah,” tegasnya.

Rekomendasi tersebut nantinya akan disampaikan Pansus Papua DPD RI kepada Presiden Prabowo Subianto. Pansus akan menghimpun masukan dari kementerian dan lembaga terkait sebelum menyusun rekomendasi.

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM Atnike Nova Sigiro menyambut baik pembentukan Pansus Papua DPD RI. Komnas HAM menyatakan siap berkolaborasi sesuai tugas dan kewenangannya dalam persoalan HAM.

Komnas HAM sendiri telah membentuk Tim Papua sejak 2022. Tim tersebut dibentuk karena situasi di Papua dari tahun ke tahun belum pulih dari persoalan konflik dan kekerasan.

Baca juga:  Filep Wamafma Kunker ke Teluk Bintuni Cek Persiapan Pemilu 2024

“Kekerasan antara aparat dan kelompok sipil bersenjata tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menimbulkan permasalahan sosial ekonomi di Papua, yaitu dengan terjadinya pengungsi internal,” tuturnya.

Komnas HAM mendukung langkah Pansus Papua DPD RI untuk mendorong penyelesaian konflik di Papua. Menurut Komnas HAM, upaya tersebut penting agar persoalan Papua lebih diperhatikan pemerintah pusat.

“Tentu Komnas HAM dengan senang hati mendukung dan berkolaborasi ke depan terutama dari tugas dan kewenangan Komnas HAM yang fokus pada persoalan hak asasi manusia,” ucapnya. (*/red)

Latest articles

‎Peserta JKN Apresiasi Pelayanan BPJS Kesehatan Cabang Manokwari di Hari Pelanggan...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengapresiasi pelayanan BPJS Kesehatan Cabang Manokwari, Papua Barat, dalam momentum Hari Pelanggan Nasional. Pelayanan ramah dan...

More like this

Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara karena Abu Vulkanik, 33 Penerbangan Terdampak

TANGERANG, LinkPapua.id – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, ditutup sementara setelah terdeteksi indikasi...

Menko Pangan Zulhas: Pembangunan-Pemerataan Papua Libatkan Masyarakat Adat

SORONG, LinkPapua.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta pembangunan di...

Keterlambatan Dana Otsus Papua, Wamendagri Sebut Alasan SDM dan Regulasi Klasik

JAKARTA, LinkPapua.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meminta pemerintah daerah di...